oleh

Oknum Dinas PU Provinsi Maluku Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Sariputih

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, ternyata telah menetapkan sejumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan proyek saluran irigasi di Desa Sariputih Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah.

Sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka proyek irigasi Sariputih yang dibangun tahun 2016 oleh Dinas PUPR Provinsi Maluku.

“Sudah, penetapan tersangka beberapa waktu lalu. Ada tiga, masing masing berinisial AL, MT, dan YR,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, melalui Kasi Intel, Karel Benito, saat dikonfirmasi Liputan.co.id, soal kabar penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan proyek irigasi Sariputih.

Benito melanjutkan, Dari ketiga inisial itu ada yang berasal dari pihak Dinas PUPR Provinsi Maluku. “Dari Dinas juga ada yang tersangka dan pihak ketiga juga termasuk,” ungkap Benito.

Saat ini lanjut Benito, pihaknya sedang mempersiapkan dokumen perhitungan kerugian negara terkait korupsi proyek irigasi tersebut untuk diekspose di BPKP.
“Sedang dipersiapkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, penggarapan kasus dugaan korupsi proyek irigasi yang berlokasih di Desa Sariputih dilakukan sejak tahun 2017 dimana saat itu Robinson Sitorus menjabat selaku Kajari Maluku Tengah

Proyek irigasi Sari Putih di Kobi milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku ini diduga terindikasi menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. Pasalnya proyek tersebut hingga kini tidak selesai dikerjakan. Akibatnya irigasi tersebut tidak dapat digunakan.

Komentar