oleh

Grafitti Anti Korupsi Hiasi Tembok Pagar Kejari Malteng

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Masih dalam bulan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2019, Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Kejari Malteng) menggelar lomba Grafitti dengan tema anti korupsi yang dilakukan pada pagar kantor Adhyaksa. Tepat di jalan Banda, Kota Masohi, Rabu 11 Desember 2019.

Peserta pembuat grafitti atau coretan kreatif yang milenial itu, berasal dari pelajar SMA dan pelajar Perguruan Tinggi.

Ada juga beberapa guru dan pegawai kejaksaan tersebut turut ikut serta menabur cat yang inspiratif pada dinding tersebut.

Tiga mahasiswa sedang melukis “koripsi bukan solusi badut parlementer. Generasi milenial tolak korupsi” (Kayum/Liputan).

Tampknya kedua siswa serius dan hasilnya cukup bagus ada sketsa tikus pula seakan kepada tikus itu (koruptor) dibilangin “stop mencuri uang kami”. (Kayum/Liputan).

Tuhkan kata siswa ini, akibat korupsi akhirnya si koruptor atau si tikus pemakan uang rakyat itu ketangkap dan mendekam dibalik jeruji besi. (Kayum/Liputan).

Dana Desa jangan dikorupsi, buanglah koruptor pada tempatnya (penjara) terlihat lucu tapi inspiratif. (Kayum/Liputan).

Kepala Kejari Malteng, Juli Isnur kepada Liputan.co.id, mengatakan, Ia terinspirasi gelar lomba grafitti pada dinding pagar justru berawal dari adanya ulah oknum yang melakukan coretan karuan pada dinding pagar kantor Kejaksaan.

Di suasana terbuka, Kajari Malteng Juli Isnur, SH. MH. Memantau lomba grafitti sekaligus meneken berkas perkara korupsi Dana Panwas Malteng dengan tersangka Yanti Nirahua, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon. 11 Desember 2019. (Kayum/Liputan).

Baginya, daripada pihaknya harus setiap saat melakukan pembersihan pagar karena coretan itu, maka dinding pagar tersebut baiknya dihiasi dengan gambar gambar kreatif yang tentu inspiratif.

“Kegiatan grafitti berkaitan dengan hari anti korupsi. Kenapa kita lakukan (lomba), saya lihat kemarin tembok kami dicoret saya tidak mau cari pelaku. Namun, saya berfikir dan mendapatkan ide ada dari staf saya, akhirnya dari pada kita cape cape cuci bersih tembok tercoret dan sebagainya maka, kita hiasi ini melalui lomba grafitti bertemakan anti korupsi,” jelas Isnur.

Dia berharap dengan adanya grafitti anti korupsi itu, baik pihaknya dan pihak lain selalu diingatkan soal bahaya korupsi yang bisa berakibat hukum bagi pelaku maupun bisa jadi penghambat kemajuan Negara.

“Dengan adanya tulisan-tulusan ini, bukan hanya untuk kami warga Kejaksaan, tapi bisa juga jadi bahan bagi pelajar dan mahasiswa yang kebutulan lewat sini, dan juga bagi pegawai kantor di sini bisa membaca tentang stop korupsi. Mari kita bangun indonesia dengan hindari korupsi itu,” harapnya.

Dia juga menegaskan sebagai Institusi Penegak Hukum, pihaknya tetap menggap korupsi sebagai musuh yang harus dicegah ataupun ditindak.

“Intinya korupsi itu harus kita berantas dengan cara lebih utama pencegahan, penindakan. Kita terus menghimbau, saya memang pola dari dulu menjabat (sebagai Kajari tempat lain). sudah kita ingatkan (perilaku korupsi), satu, dua, dan tiga kali tidak mau indahakan, tetap kami tindak,” pungkas mantan Kajari Natuna itu.

Komentar