oleh

BPKP Sudah Audit PKN Dugaan Korupsi Pembangunan SMA 3 Masohi

Selama sepekan tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berada di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, untuk melakukan audit investigasi Perihitungan Kerugian Negara (PKN).

Keberadaan tim investigasi BPKP di Masohi untuk lakukan PKN terkait dugaan Korupsi pembangunan Gedung SMAN 3 Masohi yang sudah lama naik menyidikan ditangan Polres Maluku Tengah.

Audit PKN oleh BPKP sudah ditunggu sejak lama oleh penyidik Polres Maluku Tengah semenjak kasus tersebut naik sidik bulan Juni 2019 lalu.

Kabar BPKP sudah selesai melakukan audit dibenarkan Kapolres Maluku Tengah AKBP Radjad Arthur L Simamora.

“Ia, tapi belum terima (hasil audit PKN). Tapi saya sudah disposisi surat ke Kasat (Reskrim) tindaklanjuti,” kata Simamora saat dikonfrimasi menanyakan kebenaran BPKP telah selesai lakukan audit PKN terkait masalah korupsi pembangunan SMA 3, di Masohi, Maluku Tengah, Kamis 17 Oktober 2019.

Dia juga menegaskan pihaknya akan menuntaskan kasus tersebut dengan menetapkan tersangka setelah menerima hasil PKN dari BPKP dan kasus tersebut dapat berlanjut ke meja hijau. “Tetap jalan, tidak ada masalah,” tandasnya

Dugaan korupsi pembangunan SMA 3 Masohi dengan total anggaran awal 1,5 Miliar kemudian membengkak menjadi 3 Miliar itu sudah ditangani Penyidik Polres Maluku Tengah sudah sejak lama.

Saat naik penyidikan, Penyidik belum menetapkan tersangka dengan alasan data PKN belum ada sehingga mengakibatkan penuntasan kasus ini terhambat, sebab penyidik tidak memiliki legal standing untuk melakukan PKN dari suatu kasus dugaan korupsi yang sedang ditanganinya.

Olehnya itu penyidik mesti meminta BPKP untuk melakukan PKN dari kasus ini.

Saat itu Kasat Reskrim Polres Malteng AKP Sahirul Awab mengaku pihaknya belum menerima Perhitungan Kerugian Negara Kasus dugaan Korupsi Pembangunan gedung SMAN 3 Masohi dari BPKP Maluku.

“Belum ada mas. sampai hari ini kita belum menerima Perhitungan Kerugian Negara (PKN) atau minimal pemberitahuan dari BPKP soal PKN kasus dugaan korupsi Pembangunan gedung SMAN 3 Masohi” Tandas Kasat AKP Syahirul Awab, Rabu (26/6).

Tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, kasat hanya mengaku akan menuntaskan kasus ini manakalah perhitungan kerugian negaranya sudah di kantongi.

“iya,pasti akan kita tuntaskan dan kita ajukan kembali ke JPU. kita tidak memiliki kewenangan untuk menghitung PKN dari suatu kasus yang kita tangani. jadi kita harus menunggu sebab itu kewenangan BPKP. intinya kita belum menerima PKN SMAN 3 Masohi itu” Jelasnya.

Kasat mengaku pihaknya telah melakukan ekspos di BPKP untuk kasus SMAN 3 Masohi itu dan selanjutnya BPKP melakukan penilaian. “kalau ekspos kan sudah kita lakukan di BPKP. selanjutnya BPKP memproses. hanya saja sampai sekarang hasilnya belum kita terima” Tukasnya.

Komentar