oleh

9 Pelaku Pencuri AKI Lampu Jalan Kota Masohi Masih Anak-Anak

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Polres Maluku Tengah (Malteng) pada Jum’at pekan kemarin, berhasil menangkap komplotan pencuri Aki Lampu Jalan Tenaga Surya milik pemerintah Kabupaten Maluku Tengah di Kota Masohi.
Sedikitnya 30 unit aki hilang. Aki per unit yang seharga 3,5 juta itu sudah digasak sejak bulan maret 2018.

Kapolres Maluku Tengah Ajun Komisaris Besar (AKB) Radja Arthur L Simamora mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial DIJ (17), RM (16), LD (15), IR (12), MNK (14), HRT (18) YB (14) AN (16) RP (16) dan AU (12).

Hal itu dikatakan Simamora saat gelar press release kasus pencurian AKI Lampu jalan Kota Masohi, Selasa, 10 April 2018, bertempat di Mapolres Malteng, Masohi.

Pria Batak tersebut memaparkan kesepuluh pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu menjalankan aksi mencuri Aki di beberapa lokasih Kota Masohi. Diantaranya depan SMK 1, depan SD 7, TPU Pahlawan, depan AKPER, Mesjid Raya Kota Masohi, depan kantor telkom.

Bahkan Aki lampu jalan yang berada di depan kantor Bupati juga tak luput digasak pelaku, kemudian Kompleks SKB dan didepan penginapan Rizal Masohi juga dilakukan hal yang sama.

“kami mendapat laporan dari Dinas PU beberapa waktu lalu dan Satuan kami melakukan pengintaian dan akhirnya jejak tersangka ini diketahui, Pada jum’at pekan kemarin mereka berhasil diringkus,” jelas Simamora.

Dalam press release itu, 8 tersangka beserta 4 barang bukti AKI dihadirkan penyidik. Sementara 2 tersangka lainnya sedang mengikuti ujian nasional pada salah satu SMP di Kota Masohi sehingga tidak dihadirkan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malteng AKP Syahirul yang menemani Simamora dalam press release tersebut memaparkan, modus yang dilakukan pelaku saat beraksi masih manual yakni dengan memanjat tiang lampu dan mendorong pelindung Aki lampu ke permukaan tanah sehingga aki lebih muda diambil.

“Para tersangka ini mencuri Aki sudah sejak bulan maret. mereka menjalankan aksi pada waktu jam 1 hingga jam 4 pagi. Aki yang dicuri itu kemudian dijual ke 2 orang penada di kota masohi dengan 170 rb per unit. Saat ini baru 4 barang bukti yang kami dapat kami juga akan mencari barang bukti lainnya yang menurut informasi sudah dibawa ke ambon,” papar Syahirul.

Meski sudah ditetapakan sebagai tersangka dalam penanganannya, kata Syahirul Polisi lebih mengutamakan Diversi yaitu pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Untuk tindak pidana pencurian oleh merak yang pidana penjaranya kurang dari 7 (tujuh) tahun, kita utamakan diversi,” tandas Syahirul.

Ia menambahakan pasal yang dikenakan kepada mereka yakni pasal 363 subsider 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (K. Ely).

Komentar