oleh

Kacau! Oknum Dinas Perhubungan Lakukan Kecurangan di KMP Dolosi, Amahoru Minta Maaf

MASOHI- Pelabuhan Ina Marina Kota Masohi pada Jumat (22/12) pagi mendadak heboh. Penyebabnya, terjadi adu mulut antara sopir dan salah satu oknum Dinas Perhubungan yang bertugas pada keberangkatan KMP Dolosi menuju Pelabuhan Hunimua.

Oknum Dinas Perhubungan diduga menerima suap dari salah satu mobil yang hendak berangkat dengan KMP Dolosi. Mobil tersebut diijinkan masuk tanpa harus lakukan antrian dan beli tiket bersama angkutan lainnya.

Alhasil, dua mobil jenis Avansa dan mobil Pickup yang sudah membeli tiket dan mengantri sejak pagi pukul 06.00 Wit, terpaksa batal berangkat karena dicegat masuk oleh oknum Dinas Perhubungan tersebut.

“Kami sudah beli tiket sejak jam 6 pagi dan sudah dipersilahkan oleh petugas untuk parkir pada area antri. Tapi kok kami dihalangi untuk masuk ke Ferry karena ada kendaraan lain mau masuk. Sementara beberapa kendaraan yang dipersilahkan masuk oleh oknum petugas, mereka tidak antri dan baru masuk pelabuhan sekitar jam setengah 8. Saya lihat oknum petugas perhubungan hanya mengambil uang pada calon penumpang dan tidak membeli tiket lewat loket. Inikan tidak bagus dan terkesan curang,” kesal Jaka Mahulauw, Sopir Avansa kepada media di Ina Marina.

Pantauan Fajar Malteng, sempat terjadi cecok mulut hebat antara penupang dengan oknum pegawai tersebut dan menjadi tontonan para penumpang dan warga yang tinggal diseputaran pelabuhan Ina Marina.

“Nomor antri saya 10 saya tidak dipersilahkan masuk ke Ferry tapi kendaraan lain yang tidak antri disuruh masuk apakah karena kami hanya membeli tiket dan tidak memberi uang pelicin kepada petugas? Katanya Rute penyebrangan Ferry Masohi-Ambon baru diresmikan kok petugas sudah bertingkah begitu,” kesal Sopir lainnya yang namanya enggan diberitakan.

Terhadap hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Maluku Tengah, Nafis Amahoru saat dihubungi Fajar Malteng lewat via telepon mengatakan, pihaknya akan memanggil pegawai yang bertugas di pelabuhan Ina Marina untuk dimintai keterangan. Ia meminta maaf atas ulah pegawainya dan berjanji mengevaluasi pegawai jika praktek seperti itu terulang

“Saya akan panggil petugas tersebut dan periksa mereka sesuai dengan laporan masyarakat,” ujar Amahoru. (kym)

Komentar