oleh

Sensus Penduduk 2020

Pencatatan kependudukan melalui Sensus Penduduk dilakukan di hampir setiap negara di dunia setiap 10 tahun sekali. Badan Pusat Statistik (BPS) telah memulai penyelenggaraan Sensus Penduduk (SP) yang ke-7 di tahun 2020. Sensus Penduduk bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia.

Ada terobosan baru yang ditawarkan oleh BPS yakni dengan menggelar sensus penduduk secara online dan offline. Berbeda dengan Sensus Penduduk sebelumnya yang menggunakan metode konvensional, SP 2020 menggunakan metode kombinasi (Combine Method) yang mengintegrasikan administrasi data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai basis data dasar yang akan dilengkapi pada pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Hal ini dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan program prioritas nasional Satu Data Kependudukan Indonesia yang telah resmi dicanangkan oleh presiden Joko Widodo pada 24 Januari 2020. SP2020 adalah jembatan menuju Satu Data Kependudukan Indonesia, yaitu sebuah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain Mudah diakses, data hasil SP2020 bisa dibagipakaikan antar-instansi pusat dan instansi daerah, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu data Indonesia.

Deputi Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono, menjelaskan bahwa warga harus menyiapkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK), data yang ada pada Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran. Margo juga menyarankan warga menyiapkan data lain yang diperlukan, misalnya akta nikah, surat cerai dan sebagainya sesuai status administrasi kependudukan saat ini untuk dapat turut serta berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020.

Cara mengisi sensus penduduk online

Penduduk dapat berpartisipasi secara mandiri dengan mengisi sensus online melalui halaman website www.sensus.bps.go.id , adapun tata cara pengisian sensus online sebagai berikut :

  1. Masuk ke halaman website sensus.bps.go.id
  2. Pilih bahasa, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK)
  3. Isikan kode keamanan lalu klik “Cek Keberadaan”
  4. Setelah masuk, anda diminta untuk membuat Password baru yang nantinya akan digunakan untuk login
  5. Sebelum melakukan pengisian, bacalah panduan awal mengenai tatacara pengisian sensus, lalu klik “Mulai Mengisi”
  6. Ikuti petunjuk dan jawablah semua pertanyaan dengan jujur dan benar.
  7. Setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga berstatus “sudah update” kemudian klik “kirim”
  8. Unduh bukti pengisian

Sensus penduduk offline pada Juli

BPS menyediakan alternatif cara lain jika warga tidak bisa berpartisipasi dalam Sensus Penduduk Online, yakni Sensus Penduduk Wawancara. Petugas sensus BPS akan mendatangi rumah-rumah warga secara door to door untuk melakukan wawancara terkait Sensus Penduduk. Menurut Margo Yuwono, Sensus Penduduk Wawancara tetap harus dilakukan karena ada kemungkinan individu yang data NIK dan KK nya tidak tersedia sehingga belum bisa ikut mengisi data secara online, selain itu, Sensus Penduduk Wawancara juga dilakukan untuk mengakomodir daerah-daerah yang tidak terjangkau internet sehingga semua penduduk di Indonesia dapat tercatat tanpa terkecuali. (M Rismawan Ridha)

Komentar

Loading...