oleh

Hari Pers Nasional, Jokowi: Saya Pernah Tidak Hadir Sekali, Setelah Itu Kapok Betul

LIPUTAN.CO.ID-Setiap Hari Pers Nasional (HPN) Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowi Dodo berusaha keras untuk hadir, dia menyampaikan pernah sekali tahun 2015 tidak hadiri HPN. Meski begitu dia merasa menyesal dan tidak akan mengulangi hal yang sama yakni tidak menghadiri Hari Pers Nasional yang digelar setiap tahunnya.

“Setiap hari pers saya berusaha keras untuk hadir. Saya pernah ngga hadir sekali, setelah itu kapok betul,” ujar Presiden Jokowi dihadapan ribuan wartawan diperayaan Hari Pers Nasional 2020, yang berlangsung di Banjar Baru Kalimantan Selatan, Sabtu 8 Februari 2020.

Biasanya perayaan puncak HPN dilakukan pada tanggal 9 Februari tahun perjalan dan dihadiri Presiden. Namun untuk menghindari ketidak hadiran Presiden yang pada 9 Februari 2020 sudah punya jadwal lawatan Luar Negeri, maka Jokowi meminta perayaan dilakukan tanggal 8 Februari agar ia bisa hadiri HPN di Kalimantan Selatan.

“Karena mengatur waktu sangat sulit, sebetulnya hari ini sudah terbang ke Cambera (Autralia) tetapi belok kesini karena kapok tadi itu. Tapi saya membelokan tujuan dari Cambera demi Hari Pers Nasional,” ungkap Jokowi disambut aplos ribuan wartawan.

Presiden nenandaskan pentingnya menghadiri Hari Pers Nasional karena Insan Pers merupakan teman sehari hari yang selalu mendampinginya melakukan kunjungan kerja baik didalam maupun diluar Negeri.

Bahkan dikatakan, sekelas Menteri pun terkadang alpa dalam mendapingi Presiden saat kunjungan kerja ketimbang wartawan.

“Mengapa saya hadri hari pers karena insan pers adalah teman sehari hari saya. Kemanapun saya pergi yang ikut sama sama saya adalah wartawan, menteri kadang kadang ngga ikut. Tapi wartawan pasti ikut. Yang mengejar saya sehari hari wartawan, yang mencegah saya sehari hari wartawan. Bahkan kadang kadang saya gugup dan gagap karena ngga siap ditanya wartawan tentang sesuatu yang belum saya persiapkan,” kata Jokowi.

Insan pers kata Jokowi, selalu berada dihatinya. “Insan pers itu bagi saya bukan benci tapi rindu, tetapi selalu dihati dan selalu rindu,” tandas Jokowi.

Komentar

Loading...