oleh

Kapolres Malteng Ajak Masyarakat Tangkal Paham Radikalisme

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Pengaruh radikalisme yang merupakan suatu pemahaman baru yang disebarkan pihak tertentu contohnya, seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan.

Berbagai tindakan teror yang tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku paham radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai tujuan para pelaku tersebut

Berbagai propaganda paham radikal masih terlihat di beberapa tempat, seperti perguruan tinggi, masjid, organisasi masyarakat, dan bahkan dalam lingkup pemerintah pun sekarang sudah memasuki wilayahnya

Kapolres Maluku Tengah AKBP. Hendrik Purwono mengatakan Polri Khususnya Polres Maluku Tengah, melakukan upaya antisipasi pemahaman radikalisme menyebar di masyarakat guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok paham itu.

“Kita ajak masyarakat untuk sama sama menolak dan tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan terorisme, intinya bagaiman sitkamtibmas di Wilayah hukum Polres Maluku Tengah terjaga aman dan kondusif,” kata Kapolres disela pembagian sembago bagi masyarakat di Tamilouw beberapa waktu lalu.

Purwono juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan kehadiran orang asing yang mengajak atau melakukan pertemuan tanpa berkoordinasi dengan aparat desa dan aparat kepolisian. Sebab, kondisi seperti itu kerap dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyampaikan paham-paham yang bertentangan dengan NKRI.

“Selaku Kapolres saya menghimbau apabila ada orang yang datang ke rumah atau mengajak sesuatu hal yang tidak jelas, dan tidak diketahui orangnya tolong diantisipasi, sampaikan ke Babinkamtibmas yang ada, dan pak Kades,” ucapnya.

Dia menegaskan radikalisme merupakan paham yang harus diantisipasi, karena mudah masuk ke lapisan masyarakat yang kurang mengetahui tentang ideologi pancasila, agama persatuan dan kesatuan bangsa itu.

“Tolong dijaga wilayah kita yang sudah aman ini, dengan kehadiran Babinkamtibmas sebagai garda terdepan yang turun langsung ke masyarakat di kawasan heterogen tersebut. Sebab, tahapan radikalisme yang diawali dari sikap intoleran hingga individu atau kelompok tersebut menjadi radikal.
“Kalau kita tidak cegah dan tolak maka, terjadilah perpecahan dan masuknya paham radikalisme dan terorisme tersebut makanya saya mengimbau masyarakat bekerja sama dengan Polres Maluku Tengah untuk mengantisipasi paham tersebut tersebar di Maluku Tengah,” lanjut Purwono.

Menurut menurutnya, masyarakat di wilayah tertentu kerap menjadi sasaran kelompok radikal karena mereka lebih mudah dipengaruhi ideologi radikalisme.
Dia menambahkan, agar masyarakat tidak terlibat kelompok radikal sekaligus mewaspadai, mengidentifikasi, dan melaporkan bila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan masing-masing.

Komentar

Loading...