oleh

Operasi Perdana, Pemilik Roro Chantika Lestari 99B Membangkang ?

-HEADLINE, NEWS-1.385 views

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Pada Senin 6 Januari 2020 kemarin, Kapal penyeberangan Roro Chantika Lestari 99 B lakukan pelayaran perdana dari Tulehu ke Masohi.

Namun sayangnya, pihak Perusahaan pelayaran dalam hal ini Jonny de Quelju atau biasa disapa Siong, sebagai pemilik PT Dharma Indah yang memiliki kapal Roro Chantika Lestari 99B itu, diduga melalaikan memori ijin operasi penyeberangan yang dikeluarkan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua.

Dalam salah satu klausal ijin operasi yang diterbitkan Tuasikal Abua adalah rute atau lintasan penyeberangan kapal Roro Chantika Lestari 99B adalah pelabuhan Waai ke Masohi atau sebaliknya.

Tidak hanya itu, penetapan tarif angkutan Roro Chantika Lestari 99B yang ditetapkan ansih ditetapkan sepihak oleh PT Dharma Indah, tanpa pendasaran peraturan Bupati Maluku Tengah nomor 84 Tahun 2017, tentang tarif angkutan penyeberangan yang beroperasi di wilayah Maluku Tengah.

Terkait hal tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah, mengakui operasinya Roro Chantika Lestari 99B tidak sesuai dengan ijin operasi. Begitupun soal penetapan tarif.

“Sesuai dengan persetujuan (Ijin operasi kapal penyeberangan Roro Chantika Lestari 99B) itu, lintasan penyeberangannya itu adalah (Pelabuhan) Ina Marina Masohi ke Pelabuhan Waai begitupun sebaliknya,” jelas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan Malteng, H. A. Tuasikal, di ruang kerjanya, Masohi, Maluku Tengah, Selasa 7 Januari 2020.

Tidak hanya itu, Tuasikal juga mengungkapkan jika pihak PT Dharma Indah tetap menggunakan rute pelabuhan Tulehu – Masohi dalam mengoperasikan kapal Roro Chantika Lestari 99B, maka secara otomatis melanggar Peraturan Menteri Perhubungan.

“Kami juga baru tahu kalau dia lepas dari Tulehu. Dan kami akan pastikan apakah selanjutnya dia operasi dari Tulehu ke Masohi atau tidak. Dan perlu diingat bahwa pelabuhan Tulehu itu spesifikasinya pelabuhan laut bukan pelabuhan penyeberangan. Kalau itu dipaksakan bukan hanya melanggar ijin, tapi juga melanggar Peraturan Menteri Perhubungan,” tandas Tuasikal.

Olehnya itu, pihaknya masih terus lakukan pemantauan soal waktu operasi lanjutan. “Kami akan panggil (PT Dharma Indah) kalau pengoperasian masih menggunakan lintasan diluar dari ijin,” pungkasnya.

Selain memastikan rute penyeberangan, pihaknya juga akan memastikan pemberlakuan tarif sesuai dengan Peraturan Bupati.

“Soal tarif, Dinas juga sementara lakukan monitor atau pantauan pemberlakukan tarif yang dilakukan pihak PT Dharma Indah. Dari awal Bapak Bupati juga sebelum teken Ijin operasi itu, menegaskan ke kami untuk memastikan pemberlakuan tarif merujuk pada peraturan Bupati nomor 84 Tahun 2017 yang mengatur salah satunya tarif angkutan penyeberangan yang beroperasi di wilayah Maluku Tengah,” jelas Tuasikal.

Sementara itu, pihak PT Dharma Indah juga mengakui kalau kapal Roro Chantika Lestari 99 B yang dioperasikan itu belum sesuai dengan ijin operasi.

“jadi begini, yang pertama kalau memang kita lihat daru sisi aturan, harusnya (Kapal Penyeberangan beroperasi) dari pelabuhan penyeberangan ke Pelabuhan Penyeberangan yang lain. bukan Penyeberangan ke Pelabuhan Laut. Namun setelah saya berkoordinasi dengan Direktur Utama (Siong) dari sisi keamananan pemikiran dia bahwa home basenya (tambat labu Roro Chantika Lestari 99 B) itu nantinya di Waai, padahal home basenya di Masohi. Mungkin pasti dia akan kembali operasi rute Waai – Masohi,” jelas Direksi PT Dharma Indah Cabang Masohi, Nafis Amahoru saat dihubungi Liputan.co.id, via Telepon.

Ia juga mengakui kalau tarif yang diberlakukan masih dari pihak perusahaan sendiri. “Soal tarif jadi ini baru penentuan tarif oleh pihak Dharma Indah sendiri. harusnya tarif ditentukan Pemda setelah undang semua operator. Selaku kepala Cabang, saya akan berkordinasi dengan dharma Indah untuk tarif harus disesuaikan Peraturan Bupati,” pungkas Amahoru.

Ia juga mengunkapkan kalau kapal Chatika Lestari 99B yang lepas penyeberangan dari Masohi pagi tadi masih tetap ke jalur Tulehu. “Ia dia dari Masohi tadi labuhnya di Tulehu dan jam dua dia lepas dari sana,” jelas Nafis.

Komentar

Loading...