oleh

Buah Tangan Ir. Soekarno, Masohi Dibangun Sebagai Kota Sejarah

LIPUTAN,-Menghormati perintis lahirnya Kota Masohi adalah sebuah keharusan bagi pemangku kepentingan terutama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Kota Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah, yang kini berusia setengah abat lebih atau tepat 62 Tahun, tak terlepas dari buah tangan Ir. Soekrano, Presiden pertama Indonesia.

Ia, Soekarno kala itu, 3 November 1957 meletak batu pertama pembangunan Kota Masohi.

Sebelum bernama Masohi. Daerah yang kala itu masih belum terlihat seperti sekarang disebut sebagai Hutan Namma. Kemudian lahirnya nama Masohi, setelah Soekarno meminta pendapat para tua adat tentang kalimat lain dari kerja sama sebelum ia meletak batu pertama pembangunan Kota Masohi.

Apa arti kerjasama” tanya Soekarno. Upulatu / tua adat sontak menjawab “Masohi.” Maka, mulai pagi pukul 10.00 WIT kala itu, dataran hutan Namma berubah nama menjadi Masohi ditandai dengan peletakan batu pertama.

Atas hal itu Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, disela upacara peringatan HUT Kota Masohi ke 62 di Lapangan Nusantara Masohi, Senin 4 November 2019, menyatakan bahwa, Pemerintah setempat membangun Kota Masohi sebagai Kota sejarah.

Tuasikal Abua, Bupati Maluku Tengah, saat beri sambutan dalam upacara HUT Kota Masohi ke 62. di Lapangan Nusantara Masohi, Maluku Tengah.

“Membangun Masohi sebagai Kota sejarah,” tandas Tuasikal dalam amanat upacara Pagi tadi, sembari menyebut nama Ir. Soekarno, yang atas buah tangannya, di atas Hutan Namma dibangun sebuah Kota bernama Masohi.

Untuk mendukung Masohi sebagai Kota sejarah, semenjak tahun 2018 pihaknya telah membangun Baileo atau rumah adat Maluku Tengah dan diberi nama Baileo Ir. Soekamo lengkap dengan patung bapak Prokalmator yang merupakan bapak dari Presiden ke empat, Megawati Soekarno Putri.

“Sebagai rasa penghargaan dan penghormatan atas jasa Bapak Ir. Soekarno,” kata Tuasikal.

Disamping itu, Tuasikal telah menjadikan Masohi sebagai kota yang hijau, asri dan nyaman.

Meski begitu dalam kepemimpinan Tuasikal – Leleury sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah selama kurang lebih tujuh tahun, pertumbuhan ekonomi di Masohi maupun Maluku Tengah secara keseluruhan masih terbilang lambat.

Komentar