oleh

PKK Malteng Harus lebih Maju Dan Banyak Program Yang Variatif

-TEKNO-34 views

LIPUTAN,-Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, secara resmi menutup pelaksanaan Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak Program Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Malteng, Kamis (31/10).
Rakon yang dirangkai bersama kegiatan Pelatihan Tata Boga, Pelatihan Membatik, dan, Pelatihan Pengolahan Kelapa.

Kegiatan pamungkas dari rangkaian kegiatan Rakon adalah Festival Pangan Lokal. Didalamnya adalah lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). berbahan dasar ikan dan sumber daya lokal.

Wabup melalui sambutan Bupati berharap, PKK Malteng lebih maju.
Lebih banyak program yang variatif dan lebih besar implikasinya bagi keluarga, masyarakat dan daerah.

“Berbagai program yang inovatif dan bermuara pada upaya memberdayaan masyarakat dan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maluku Tengah secara umum intens dibuat. Progres ini harus terus ditingkatkan. Dari segi kualitas maupun kuantitas,” katanya menyemangati.

Sejumlah produk tata boba non beras dan terigu yang dihasilkan PKK.

Terkait dengan kegiatan ikutan dalam Rakon berupa Pelatihan Tata Boga, Pelatihan Membatik, Pelatihan Pengolahan Kelapa yang menghadirkan pemateri serta pelatih dari liar Maluku, diharapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang didapat dapat dikembangkan, dibagikan kepada lebih banyak lagi lapisan masyarakat.

Hal ini penting agar sasaran utama rangkaian kegiatan pelatihan yang bagaimana mendorong meningkatnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat dapat diwujudkan.

Terhadap kegiatan lomba cipta menu B2SA, menurutnya, semakin menunjukan kemajuan yang signifikan. Ini nampak dari ragam jenis dan kualitas hasil olahan. Baik makanan maupun olahan penganan lain.

“Khusus terkait kegiatan lomba cipta menu. Ragam dan jenis olahan sudah makin variatif. Kandungan gizi sudah terjamin. Meski begitu, Penggalian terhadap jenis olahan baru harus terus dibiarkan,” pesan Leleury.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Malteng Amien Ru’aty Tuasikal dalam sambutannya berharap, ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh melalui rangkaian kegiatan pelatihan sampai dengan pelaksanaan lomba cipta menu B2SA, harus dapat berimplikasi secara luas.

“Implikasinya jangan hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga saja demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, tapi harus dapat berimplikasi pada ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Maluku Tengah karena ragam kuliner yang bergizi, beragam, seimbang dan aman itu,” ringkasnya.

“Lebih dari pada itu, diharapkan pola konsumsi pangan B2SA bisa membudaya. Dengan demikian, target mewujudkan generasi berkualitas di masa mendatang bisa diwujudkan,” tutupnya.

Komentar

Loading...