oleh

Data Dampak Gempa Malteng, 2.008 Ruma Rusak, 69.643 Mengungsi

Kabupaten Maluku Tengah merupakan satu dari Tiga Kabupaten Kota yang terdampak parah akibat Gempa 6,5 SR yang terjadi Kamis 26 September 2019.

Data rilis BPBD Kabupaten Maluku Tengah per tanggal 3 Oktober 2019, sebanyak 2008 rumah hunian rusak. Dengan rincian rusak ringan 1024 unit, rusak sedang 559 unit, sementara jumlah hunian warga yang alami rusak berat sebanyak 425 unit.

Loading...

Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas publik seperti pelabuhan, puskesmas dan rumah ibadah seperi Mesjid dan Gereja juga alami kerusakan.

Ribuan hunian warga dan fasilitas publik yang rusak tersebar di pada tiga Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah yakni Kecamatan Salahutu, Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Pulau Haruku.

Untuk korban yang meninggal hasil data verifikasi sebanyak 12 korban. Dan korban luka berat 3 orang dan luka ringan 13 orang.

Sementara itu, hingga saat ini warga yang masih mengungsi ke dataran tinggi sebanyak 69.643 jiwa.

“Data hasil verifikasi Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Maluku Tengah,” ujar PLT BPBD Malteng, Bob Rahmat, Jum’at 4 Okober 2019 kepada Liputan.co.id, via WhatsaApp.

Jika melihat data kerusakan dan jumlah jiwa yang mengungsi dari rumah sangat tidak sebanding dengan data kerusakan.

Hal itu bisa disebut masih bersifak kewajaran lantaran semenjak terjadinya gempa sepekan lalu, gempa susulan terjadi setiap hari dengan ratusan kali gempa susulan meski magnitudo kurang dari 5 koma dan tidak berpotensi Tsunami.

Tak hanya itu, titik episentrum atau pusat gempa laut sangat berdekatan dengan daratan yang mana warga yang terkena dampak mayoritas bermukim di pesisir pantai. Sehingga meski kekuatan gempa masih kecil namun guncangan yang dirasakan warga terbilang kuat. Olehnya itu warga lebih memilih mengungsi pada dataran tinggi.

Komentar