oleh

Said: Pernyataan Kepala Pasar Disperindag Malteng Tidak Mendidik

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-kepada Anggota DPRD Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar Binaiya Masohi curhat perkataan profokatif yang dilontarkan Kepala Pasar Dinas Perindag Maluku Tengah Abidin Marasabessy kepada beberapa pedagang PKL.

Perkataan berlebihan yang dilontarkan Marasabessy disampaikan salah satu pedagang dalam pertemuan PKL dengan Komisi II DPRD Maluku Tengah, Jum’at 13 September 2019 di Gedung Banggar DPRD Kabupaten Maluku Tengah.

Loading...

Pertemuan tersebut terkait dengan respon Dewan soal penertiban pedagang Kaki Lima Pasar Binaiya Masohi yang mayoritas dari mereka adalah penjual sayur sayuran dan umbian.

Berdasarkan pengakuan pedagang, Marasabessy pada Kamis kemarin mengatakan kepada pedagang bahwa, pedagang tidak boleh menakutinya dengan anggota Dewan.

Jika demikian, Marasabessy meminta kepada pedagang untuk mendatangkan anggota dewan tersebut dan dia akan melakukan tidakan kekerasan.

Perkataan Marasabessy itu muncul setelah sejumlah PKL yang terkena kebijakan penertiban melakukan demo di Gedung DPRD kamis 12 September 2019.

“Kamorang kasih taku beta deng kamong pung anggota Dewan, kasih datang dia disini beta inja inja dia disini,” ujar PKL, Ifon Umarapal menirukan pernyataan Marasabessy kepadanyaa dengan nada ancaman.

Suasana para pedagang yang terkena penertiban memenuhi  Ruang Banggar saat berdialog dengan anggota DPRD Malteng.

Setelah mendengar keluhan PKL terkait tidakan penertiban sekaligus merespon pernyataan Marasabessy, Anggota DPRD Said Patta mengatakan, Marasabessy sebagai ASN tidaklah pantas menyampaikan perkataan bernada ancaman terhadap PKL apalagi kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu menilai, jika pernyataan itu benar, maka baginya, Marasabessy seperti orang yang tidak berpendidikan. “Pernyataan kepala Pasar tidak mendidik dan terkesan tidak berpendidikan,” ujar Patta sembari mengatakan Pemerintah selaku eksekutif harus mencari solusi terhadap para pedagang.

Dikatakan pedagang selaku bagian dari pelaku pasar telah berkontribusi terhadap pendapatan. Sehingga mereka tidak boleh dianatirikan.

“Ini (keluhan PKL) tidak boleh didiamkan dan dianatirikan. PKL bagian dari Pelaku pasar yang mengangkat ekonomi kita semua. Kalau Pemerintah tidak perhatikan hal ini saya kira kalian sudah berdosa,” ujarnya.

Sementara itu, Marasabessy saat dihubungi Liputan.co.id, membantah mengeluarkan kata ancaman kekerasan kepada Anggota DPRD. “Saya tidak pernah katakan akan saya injak injak anggota Dewan. Tidak pernah,” kata Marasabessy.

Namun demikian ia tidak membantah bahwa ia sempat bercecok mulut dengan beberapa PKL termasuk Ifon. Pria yang biasa disapa Abi itu mengatakan bahwa para PKL sempat mengancam ke dia kalau tindakan penertiban akan dilaporkan kepada Anggota Dewan.

Mendengar itu Abi lantas mengatakan bahwa dia akan menantang dengan Anggota Dewan yang melawan tindakan penertiban. “Saya memang pernah bilang kalau kalian (PKL) bawa nama anggota Dewan secara pribadi saya akan tantang. Tapi kalau soal kata Injak injak itu tidak benar,” tandas Marasabessy.

Seperti diketahui, beberapa hari belakangan Pemda setempat lewat Dinas Perindag dan PolPP Kabupaten Maluku Tengah melakukan penertiban di pasar binaiya.

Penertiban dilakukan terhadap PKL penjual sayur dan umbian yang memanfaatkan badan jalan umum untuk berjualan.

Komentar