oleh

Tiga Pengawas Pemilu Yang Sakit Saat Jalankan Tugas, Dapat Santunan

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Dua Pengawas TPS dan Satu Pengawas Kecamatan yang sakit saat menjalankan tugas pengawasan pada pemilu di Maluku Tengah, 17 April lalu, dapat santunan sebesar Rp.8 juta 250 ribu per orang dari Bawaslu RI.

Santunan tersebut diserahkan langsung Komisioner Bawaslu Maluku Tengah dan Perwakilan Bawaslu Maluku, Kamis 8 Agustus 2019, Di Masohi, bertempat Kantor Bawaslu Malteng.

Mereka yang menerima santunan diantaranya Irwan Tomia anggota Panwascam Leihitu dan Deviant Angel serta Veronika pengawas TPS dari dua Desa di Kabupaten Maluku Tengah.

“Pemberian santunan ini bukan saja di Maluku Tengah, tetapi se-Indonesia jadi kegiatan ini dilakukan atas kerjasama Bawaslu RI dengan Kementerian Keuangan,” ujar Astuty Usman, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Maluku usai penyerahan santunan.

Penyerahan santunan secara simbolis oleh Astuty Usman, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Maluku kepada Veronika. 

Astuty menjelaskan, santunan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi dan prihatin Bawaslu kepada mereka yang telah bekerja siang dan malam, untuk memperjuang hak-hak demokrasi dan mengawal Demokrasi.

“Selain itu juga mereka diberikan penghargaan berupa sertifikat yang diberikan oleh Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi dan disampaikan ke Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah,” ungkapnya.

Penyerahan santunan oleh Ketua Bawaslu Maluku Tengah Rizal Sahupala kepada pengawas TPS yang sempat keguguran saat menjalankan tugas.

Sementara itu Ketua Bawslu Maluku Tengah Rizal Sahupala mengatakan, dua pengawas TPS yang mendapatkan santunan, mereka sakit saat menjalankan tugas pengawasan rekapitulasi.

“Satu diantaranya perempuan sedang hamil saat lakukan pengawasan dan Dia alami keguguran,” kata Sahupala.

Dikatakan dalam proses pengawasan pemilu april lalu ada sejumlah petugas yang alami sakit. Namun mereka bertiga yang mendapatkan santunan telah lewat proses verifikasi yang sesuai dengan petunjuk teknis sehingga layak mendapatkan santunan.

“Pada saat proses tahapan pemungutan suara banyak yang mengalami sakit. Tapi sesuai dengan juknis dan petunjuk dari Bawaslu RI yaitu melalui tahapan-tahapan yang harus diverifikasi pemberkasan yang harus disiapkan. sehingga, mana yang layak untuk dikategorikan sebagai sakit berat dan sakit ringan sehingga layak mendapatkan santunan. Dan mereka bertiga masuk kategori sakit ringan,” jelas Sahupala.

Loading...
loading...

Komentar