oleh

Ruhunussa: Mutasi Sudah Bertentangan Dengan Asas Kepatutan dan Keadilan

Ketua DPRD Maluku Tengah Ibrahim Ruhunussa, menilai, mutasi sejumlah guru yang dilakukan secara cepat menjelang Pemilu 17 April lalu, mengabaikan azas kepatutan dan keadilan.

Hal itu disampaikan Ruhunussa saat memimpin rapat lintas Komisi DPRD Maluku Tengah dengan pihak BKPSDM dan Dinas Pendidikan, Kamis 1 Agustus 2019, bertempat Ruang Banggar DPRD Maluku Tengah di Masohi.

“Saya anggap ini (Mutasi) sudah bertentangan dengan asas kepatutan dan keadilan,” ujar Ruhunussa

Ruhunussa mengatakan ia memiliki sejumlah bukti terkait dengan kebijakan mutasi guru guru yang dilakukan secara cepat tanpa melalui proses yang benar dan objektif.

“kita menganggap disitu ada apa kepentingan terselubung yang dilakukan sehingga mengabaikan hal-hal yang bersifat apa objektivitas atau dasar-dasar yang menjadi rujukan untuk melakukan mutasi,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra itu, kemudian menggambarkan ketidak seimbangan jumlah tenaga guru di sejumlah sekolah setelah mutasi itu dilakukan.

“Mutasi yang dilakukan itu salah aturan. Kita harus aku itu, ini salah prosedur. Kenapa (mutasi) diambil dari sekolah yang pas gurunya, kemudian begitu di cabut gurunya, terjadi kekurangan di sekolah tersebut. kemudian Kenapa tidak dipindahkan dari sekolah yang gurunya menumpuk,” jabar Ruhunussa sembari menanyakan kebijakan subjektif tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Askam Tuasikal dan Kepala BKPSDM Malteng Siti Soumena.

Mendengar hal tersebut Siti Soumena menepis dan mengatakan tindakan memutasi guru sudah sesuai dengan aturan.

“Mutasi bukan hak hak yang mutlak. Tidak akan dilakukan terhadap para PNS secara tidak baik. ada beberapa ukuran yang perlu kita siasati atau kita kaji, untuk meloloskan seseorang mutasi dari suatu tempat atau Suatu unit kerja ke unit kerja lainnya,” jelas Soumena.

Meski begitu, Sounena menerima masukan tersebut dan akan melakukan perbaikan perbaikan terkait dengan mutasi.

Komentar

Loading...