oleh

Kadis Kesehatan Malteng Belum Tahu Ada Penderita Gizi Buruk di Masohi

-NEWS-70 views

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Mungkin terbentur koordinasi antara bawahan dengan Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tengah atau tidak ada laporan dari bawahan kepada kepala Dinas, terkait ada balita penderita gizi buruk di Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah.

Sehingga, kabar miris tersebut tidak pernah sampai kepada Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tengah, dr Jeny Adijaya.

“Saya belum tau itu di mana, Mungkin anak buah sudah tahu tapi belum ada laporan ke saya,” ujar Adijaya saat dikonfirmasi Wartawan di Ruang kerjanya terkait kasus gizi buruk, Masohi, Jum’at 19 Juli 2019.

Usai mendengar kabar Alfiah yang sedang menderita gizi buruk dari Wartawan, Adijaya terlihat mengambil teleponnya menghubungi salah satu bawahannya untuk menkonfirmasi kabar tersebut.

Tak lama kemudian salah satu staf datang dan Adijaya memerintahkan staf tersebut untuk mengecek kabar tersebut. “Coba nanti cek dulu informasi ini (penderita gizi buruk,” pinta Adijaya kepada stafnya.

Ia juga mengatakan pihaknya akan bertindak jika kabar tersebut benar benar ada.

Seperti diketahui, terbebani biaya seorang balita perempuan penderita gizi buruk, bernama Alfiah berusia 2 Tahun 10 bulan, hanya dirawat dirumah oleh kedua orang tuannya, Siti Rahmat (26) dan Samsudin (30).

Samsudin dan Siti, sepasang suami istri yang tinggal salah satu kos kosan di RT 8 Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah itu, tidak bisa berbuat banyak terhadap Alfiah penderita Gizi Buruk. Kondisi Alfiah saat ini sangat lemas dan badannya kurus. Ia tidak bisa berdiri.

Siti yang sehari harinya hanya seorang pengurus rumah tangga dan Samsudin hanya seorang nelayan, tidak punya biaya yang cukup untuk membawa Alfiah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi untuk yang ke lima kalinya.

Ditemui di rumahnya, Kamis 18 Juli 2019, Siti menuturkan bahwa anaknya sudah sakit sejak tahun 2017. Dan saat itu ia dan suaminya pertama kalinya membawa Alfiah ke RSUD Masohi untuk dirawat per bulan Maret 2017 dan dirawat selama kurang lebih tiga Bulan.

“Sudah empat kali saya dan suami bawa Fiah ke RSUD Masohi Ruang Melati. Waktu masuk (RSUD) pertama, anak saya dirawat disana bersamaan dengan saya melahirkan anak saya yang kedua. Saat itu suami bertemu dengan pa Deksi (Sekretaris RSUD Masohi) untuk minta keringanan biaya melahirkan Dan dikasih,” tutur Siti.

Alfiah yang saat ini berumur 2 Tahun 10 bulan itu, didiagnosa menderita gizi buruk sejak tahun 2017 silam. Tak hanya gizi buruk, Ia juga dikatakan alami infeksi pada paru, pembengkakan pada lambung, hati dan limpah besar.

“Keterangan dokter bahwa dia gizi buruk, komplikasi, paru-paru impeksi, pembengkakan lambung hati dan limpah besar itu kata dokter Diana dan Dokter Herry waktu itu,” tutur Siti sambil menjelaskan keterangan itu disampaikan saat Fiah masuk RS untuk pertama kalinya.

Samsudin dan Siti saat ditanya kenapa tidak membawa Alfiah ke Rumah Sakit untuk yang ke lima kalinya. Keduanya mengatakan tidak punya biaya. Sementara uran BPJS selama 6 bulan tidak dibayar.

“Tidak punya biaya, Kami tidak bayar BPJS selama enam bulan. Karena suami selama enam bulan belum punya uang. Suami saya melaut bersama orang kalau dapat rejeki hanya untuk makan,” ungkap Siti.

Siti mengatakan saat ini ia dan suami tidak bisa berbuat banyak untuk anak mereka. “Pengen anak kami ini sembuh tapi ini keadaan kami. Mudah mudahan kami diberi jalan,” kata Siti.

Komentar

Loading...