oleh

Sinergitas Pengembangan Pariwisata Maluku Tengah

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Salah satu sektor pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah yang dapat menghasilkan PAD adalah sektor pariwisata. Dalam salah satu Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury, yakni menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor andalan untuk menyerap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun dalam pengelolaan sektor pariwisata ini dinilai belum maksimal terutama soal memanfaatkan ratusan spot wisata yang tersebar di Kabupaten berjuluk Pamahanunusa ini.

Untuk mensukseskan pembangunan pariwisata di Maluku Tengah, sinergitas Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Provinsi Maluku harus digenjot lagi.

Yakni soal penyesuaian visi pembangunan pariwisata Maluku Tengah dengan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Provinsi Maluku.

“Pembangunan pariwisata di Kabupaten Maluku Tengah harus dilakukan secara sinergis dengan rencana induk Pembangunan Pariwisata Provinsi Maiuku,” ujar Asisten II Setda Malteng, Bahrum Kalauw saat membuka acara Sosialisasi Raperda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPP) Provinsi Maluku, Rabu 10 Juli 2019 di Hotel OniMai, Masohi.

Pemerintah Maluku Tengah kata Kalauw, akan melakukan penyesuaian pengembangan pariwisata dengan membentuk Raperda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupateb Maluku Tengah. Yang sudah barang tentu tidak akan bertentangan dengan RIPP Provinsi dan Nasional.

Seperti diketahui progres pengembangan pariwisata di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) oleh pemerintah masih terbilang lambat.

Dari 174 obyek wisata atau spot wisata yang terdiri dari wisata bahari, cagar budaya dan situs purbakala, baru beberapa saja yang dikelola oleh Pemda setempat.

Selain itu kepekaan pemerintah Maluku Tengah untuk mempromosi spot wisata juga masih belum maksimal.

Loading...
loading...

Komentar