oleh

Sendiri Di Kosan Masohi, Ibu Ini Sakit Tanpa Ada Keluarga

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Joiswati atau biasa disapa Wanda, wanita berusia 47 tahun ini hanya terbaring dilantai belaralaskan tikar seadanya di salah satu kos kosan milik Haji Bahrudin tepat di RT 7, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Wanda didiagnosa mengidap penyakit TBC (Tuberkulosis). Ia Tak punya keluarga di Masohi, Wanda yang diketahui asal Makasar itu, menurut tetangganya bahwa Ia mengalami sakit sudah kurang lebih tiga bulan.

Menurut salah satu sumber, Wanda sempat dibawakan ke RSUD Masohi oleh pihak Ta’mir Masjid Nurul Iman Apui untuk mendapat perawatan medis. Namun berselang sepekan lebih, Wanda dikeluarkan dari RSUD Masohi dengan masih dalam kondisi sakit parah. Dugaan kuat Wanda selama di RSUD Masohi tidak ada keluarga yang melayani.

Wanda saat ini dalam kondisi tidak berdaya. Ia hanya terbaring dan tidak bisa berdiri untuk melakukan aktifitas.

Sudah dua kali Media Liputan.co.id mengujungi Wanda menanyakan kondisinya. Bahkan Wanda  ditanyakan keberadaan keluarganya Ia hanya menyampaikan bahwa keluarganya ada di Makasar. Namun soal alamat dan nama keluarganya masih terbilang kabur karena keterangannya sering berubah ubah, sehingga menyulitkan untuk diketahui keluarganya.

Para tetangga Wanda dan orang yang dikenalnya sering membantu dia. Ketua Komunitas Sahabat Nahala Nengsi Keledar, juga selama kurang lebih sepekan terakhir mencoba untuk memberikan pelayanan kepada Wanda baik dalam bentuk pemberian makanan hingga pemberian baju dan selimut untuk dipakai hingga pemberian obat obatan.

Bahkan atas inisiatif pihak Komunitas Sahabat Nahla menghubungi pihak Leb RSUD Masohi untuk dilakukan pemeriksaan darah.

Sementara itu, pada Senin pagi tadi 8 Juli 2019 atas kooridnasi Komunitas Sahabat Nahla dengan pihak Puskesmas Masohi untuk melakukan medical check-up terhadap Wanda di Lokasih tinggalnya. Hasilnya, kata pihak Puskesmas, bahwa Wanda harus dibawakan kembali ke RSUD untuk mendapat perawatan medis.

“Tadi Dokter dari Puskesmas Kota Masohi telah melakukan pemeriksaan kata Dokter Ibu Wanda selain ngidap TBC beliau juga diduga derita komplikasi penyakit,” ujar Nengsi kepada Liputan.co.id, di Masohi, Senin 8 Juli 2019.

“Kondisi umum pasien kata Dokter harus di perbarui lewat perawatan medis di RSUD Masohi dulu, karena pasien tidak hanya TBC, tapi ada kemungkinan lainnya. Puskesmas Kota akan tangani bila pasien TBC normal dan tidak dengan penyakit lain atau dengan rujukan dokter ahli dalam,” jelas Nengsi Nemabhakan.

Terkait dengan awal mulanya Wanda menginjakan kakinya di Masohi, Wartawan Liputan.co.id, bebertemu dengan salah satu kenalan Wanda bernama Yati (43).

Yati menuturkan ia kenal dengan Wanda sejak jelang akhir rahun 2018. Menurut Yati yang saat itu bekerja membantu Daeng Taher menjual Sate didepan Pasar Binaya Masohi, Wanda datang menanyakan lokasih kosan untuk ditinggalnya.

“Saya kenal Wanda tahun lalu, Waktu dia datang sendirian menanyakan kos kosan. Singkat cerita Wanda juga ikut bantu -bantu bapa Daeng julan sate. Sekitar bulan lalu Ia kembali ke Makasar katanya untuk menghadiri perkawinan putrinya.

Kata dia cerita ke saya dia punya dua anak perempuan sementara kata dia suaminya sudah meninggal. Dia juga tidak ceritra identitas anaknya begitu juga soal keluarganya,” jelas Yati.

Hingga saat ini belum ada pihak keluarga yang menemui Wanda. Bagi pihak yang merasa memiliki keluarga dengan Wanda bisa langsung menghubungi Ketua Komunitas Sahabat Nahla dengan nomor Kontak 082150705519 atau bisa hubungi lewat nomor 082238601715 atas nama Nengsih Keledar.

Loading...
loading...

Komentar