oleh

Dengan Sukacita, Tuasikal Sambut Mahasiswa KKN PPM 2019 Asal UGM

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua, menyambut baik dan sukacita atas kehadiran Mahasiswa Universitas Gadjah Madah (UGM) Yokyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kabupaten Malteng selama dua bulan kedepan.

Penyambutan Mahasiswa KKN PPM dilaksanakan dengan seremoni ramah tama, Selasa 2 Juli 2019 bertempat di Pendopo Bupati Malteng.

Kesempatan itu, Tuasikal memuji keberhasilan pihak UGM yang semenjak dua tahun silam mengirimkan mahasiswanya membantu masyarakat Maluku Tengah untuk mengembangkan produk – produk baru yang dimanfaatkan dari SDA di Maluku Tengah.

Penyerahan bingkisan dari perwakilan Mahasiswa KKN PPN UGM kepada Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Tengah, Min Ru’ati Tuasikal. (Photo Kayum/Liputan.co.id).

“Mahasiswa UGM sudah memberi kontribusi luar biasa bagi pengembangan sektor elonomi mikro dengan menciptakan produk baru di Malteng yakni VCO dan produk baru lainnya yang dipersembahkan untuk Maluku Tengah,” kata Tuasikal disambut tepuk tangan para Kepala OPD, Kepala Kecamatan dan Kepala Desa SeMalteng yang saat itu hadir dalam ramah tamah penyambutan Mahasiswa KKN PPM asal UGM.

Untuk diketahu berawal dari kerja sama Pemda Malteng dan Pihak UGM. Penempatan Mahasiswa UGM di Malteng tahun ini untuk yang ketiga kalinya.

Tahun pertama 2017 Mahasiswa KKN PPM asal UGM ditempatkan pada Kecamatan TNS. Dan mereka para Mahasiswa telah mempraktekan sejumlah produk baru bersama masyarakat TNS. Hal yang sama juga dilakukan di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

Selama dua kali Mahasiswa UGM laksanakan KKN dan PPM, mereka telah mengembangkan buah kelapa dijadikan sejumlah produk. Baik, dibuat untuk sabun padat, VCO hingga pembuatan briket arang tempurung.

Tidak hanya itu Para Mahasiswa UGM saat itu juga mengajari warga dilokasi KKN untuk cara membatik dan cara mensablong baju dan pembuatan produk bahan makanan, lengkap dengan brand lokalnya.

Mahasiswa KKN PPM asal UGM tahun ini akan ditempatkan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah.

Selama 48 hari mereka akan menyalurkan sejumlah kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan produk terbaharukan bagi masyarakat di dua Kecamatan yang mayoritas warga transmigran asal Jawa.

“Bagi kami kehadiran Mahasiswa KKN PPM asal UGM di sini, secara langsung, Pemerintah Daerah kembali dapatkan suntikan energi baru dari intelektual Kampus dalam rangka membangun sektor pertanian secara integratif,” ujar Tuasikal.

Salah satu Pendamping Mahasiswa KKN PPM UGM Ir. Suprihastuti Srirahayu yang diwawancara Liputan.co.id mengatakan, Program KKN PPM di Maluku Tengah tahun ini, para Mahasiswa akan mengaplikasikan ilmu sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak hanya tidak hanya mempraktektan teknologi pihaknya juga akan menerapkan praktek pemberdayaan.

Dijelaskan Mahasiswa yang didatangkan memiliki kemampuan berbeda beda dan dari berbagai klaster. Ada agro pertanian hingga peternakan dan kelautan. Nantiny di lokasi KKM pihaknya akan perkenalkan pemanfaatan kelapa untuk membuat produk. “kita mau kelapa mulai dari sabutnya tempurungnya dagingnya hingga Air Kelapa dibuat sejumlah produk bernilai ekonomis,” ungkap Suprihastuti

pihaknya juga akan mengembangkan produk turunan lainnya dari VCO yang berasal dari air kelapa yakni pembuatan sabun cair.

Dia mengatakan hal itu telah dirancang oleh pihaknya secara matang dan akan dipraktekan oleh Mahasiswa KKN PPM bersama warga di lokasi KKN.

“Kita mau menambah lagi turunan dari VCO yakni menerapkan pengolahan VCO menjadi produk sabun cair. Kemarin (tahun lalu) kita praktekan cara membuat produk sabun padat. Kali ini kita akan keluarkan produk sabun cair,” jelas Suprihastuti.

Mereka akan memanfaatkan buah kelapa untuk dijadikan sejumlah produk, termasuk memanfaatkan arang tempurung dijadikan karbon aktif yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Mereka (Mahasiswa) akan mempraktekan cara pengolahan ikan Gabus untuk menjadi produk dan juga ada pembuatan pupuk yang berasal dari kotoran ternak. Selain itu ada juga Pengolahan ikan gabus dan pengolahan pisang,” jelasnya.

Loading...
loading...

Komentar