oleh

Polres Malteng Rilis Daftar Korban Penipuan Rekrutmen Pegawai PLN Bodong

-HEADLINE-2.601 views

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Reskrim Polres Maluku Tengah merilis daftar nama korban penipuan rekrutmen pegawai PLN bodong yang dilakukan Mochtar Makasar dan Susi Paeng.

Ada 47 nama korban penipuan yang dirilis dari total 48 orang berdasarkan pengakuan Susi Paeng yang bertindak selaku perekrut calon Pegawai. Satu korban yang oleh penyidik masih ditelusuri. Pasalnya nama korban tersebut berdasar pengakuan Susi sudah tidak diingat. Mochtar Makasar bertindak sebagai penyedia jasa rekrutmen.

Berikut nama-nama yang menjadi korban penipuan

1. GLEND LEKAHENA
2. ALFIAN ROLOBESSY
3. MUHAMMAD SYAHRIL MARASABESSY.
4. MUH RIZAL KAREPESINA.
5. ADI RAHMAN PELUPESSY.
6. YUSRAN RUMBAI.
7. ARI PRAYOGO
8. NOVITA LATUHAMALO
9. LINDA TUASAMU
10. YANCE PILOUW
11. MARSEL BILLY
12. JUNITA ERSA
13. RIDWAN KAREPESINA
14. ASTUTI.
15. SUTINA TASMIN
16. HERY SETIAWAN
17. WA ARIKA.
18. LA ODE ANUWAR.
19. ALI BASRI.
20. SURNIAWATI.
21. FITRIANI
22. LA ISWAN
23. ABDUL SARIP ELWAR
24. NOVIANTI WAHYUNI RESTUTI
25. FIRMAN SERANG
26. AHMAD SYAHDAN
27. MUH SYAHDAN
28. ASRINA RIANAI
29. MUH JASMIN
30. LA JAYADIN.
31. WA YARNI
32. LA ODE MURSADIN
33. INDRA NIAN
34. SUNANDAR
35. LA ODE AMRI
36. NARTI
37. LA OHAN
38. DJALALUDIN
39. ABDUL
40. RIZKI
41. FITRIA LATARISA
42. RIFANDI.
43. RIFANDI
44. MUHAMMAD
45. DANDY WALI
46. SAFRI HASANELA
47. YUNI VERSAL

Sumber: Reskrim Polres Maluku Tengah.

Sejauh ini baru 20 orang atau korban telah memberikan keterangan di Mapolres Maluku Tengah. Kapolres Maluku Tengah AKBP Radja Arthur L. Simamora mengharapkan pihak pihak yang merasa dirugikan terutama korban yang belum beri keterangan ke penyidik, untuk segera ke penyidik Reskrim Polres Maluku Tengah untuk beri keterangan.

Sebagaimana diketahui, Polres Maluku Tengah telah menetapkan Mochtar Makasar (MM/MO) dan Susi Paeng (SP) sebagai tersangka penipuan rekrutmen pegawai PLN.

Hal itu dikatakan Kapolres Maluku Tengah, AKBP Radja Arthur L. Simamora saat gelar Press release bersama sejumlah Awak Media di Mapolres Maluku Tengah, sore tadi, Jum’at, 14 Juni 2019.

“Mochtar Makasar (MO) dan Susi Paeng (SP) telah kami tetapkan sebagai tersangka penipuan rekrutmen pegawai PLN,” kata Simamora yang didampingi Kasat Reskrim AKP Syahirul Awab.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Radja Arthur L. Simamora didampingi Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah, AKP Syahirul Awab, saat gelar Press release bersama sejumlah Awak Media di Mapolres Maluku Tengah, Jum’at, 14 Juni 2019 tentang kasus penipuan Pegawai PLN Bodong.

Simamora menjelaskan, rekrutmen pegawai PLN bukan berasal dari PT PLN nanum itu hanya akalan MO bertindak sebagai penyedia jasa rekrutmen. MO saat menjalankan aksinya memang mengemban jabatan sebagai Manejer Non Teknis di PT Haleyora Powerindo (HPI) Area Masohi.

PT Haleyora Powerindo adalah anak Perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pengamanan layanan Operasi dan Pemeliharaan (Ophar) pada jaringan transmisi tegangan menengah, tegangan rendah dan jaringan distribusi listrik.

Sementara Susi Paeng yang saat ini juga berstatus sebagai PNS Aktif di Dinas Perumahan Maluku Tengah itu, bertindak sebagai perekrut calon pegawai PLN.

“SP itu tugasnya mencari orang untuk direkrut. MO dan SP menjalankan aksinya sejak Tahun 2017. Waktu itu berdasarkan keterangan Mo, bahwa MO menyampaikan kepada SP tentang adanya pembukaan rekrutmen tenaga kerja dengan catatan setiap orang atau dalam hal ini korban dibebankan uang masuk sebesar Rp.15 juta,” jelasnya.

Permintaan Rp.15 Juta per orang, ditindak lanjuti SP. Namun kepada sejumlah korban, SP meminta uang tanda jadi atau bakal diterima sebagai kariawan PLN sebesar Rp.35 Juta per orang.

“Dari permintaan Rp.15 juta, tersangka SP buat nominal Rp.35 juta per orang. Pemungutan 35 juta diakui oleh 17 orang yang menjadi korban penipuan. 17 korban itu telah dimintai keterangan oleh penyidik,” jelas Simamora.

Ditambahkan Semenjak dilakukanya penyelidikan hingga penyidikan terhadap kasus tersebut, berdasarkan laporan 3 orang dan hasil pengembangan, Penyidik sudah mengidentifikasi setidaknya ada 48 orang menjadi korban.

“Total yang menjadi korban sebanyak 48 orang. Namun hingga saat ini kita baru dapat laporan 17 korban yang juga menyerahkan kwitansi dan bukti tranfer uang uang yang pernah dikasih kepada Tersangka.

“Yang sudah dicek ke 17 korban semuanya dibebankan 35 juta. Kalau dihitung berdasarkan standar pungut yang dilakukan SP per korban 35 juta, dikalikan 48 orang maka total kerugian bisa sebesar 1,6 Miliar,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan Mochtar, kata Simamora, selama ini uang yang ia dapat dari hasil penipuan itu sebesar Rp.600 juta lebih. Uang sebagian dipakai Mochtar untuk beli metic sebanyak tiga buah dan sudah disita Penyidik. Sementara uang yang didapat Susi sebesar Rp.685 juta, dipergunakan SP untuk beli tanah di Masohi, Emas setengah kilo gram.

“Mereka setelah dinyatan diterima sebagai kariawan PLN. Mereka (korban) bekerja selama 2 bulan di beberapa UPT PLN. Namun mereka tidak pernah mendapat gaji,” tambahnya.

Atas perbuatan Susi dan Mochtar, mereka dikenakan Pasal 372 atau 378 tentang tindak pidana penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

“Saat ini baru dua tersangka dimungkinkan bisa bertambah. kami juga akan membuka ruang lagi untuk mengetahui keterlibatan pihak lain,” tutup Simamora.

Penipuan yang dilakukam oleh Mochtar dan Susi bukan hanya soal rekrutmen pegawai PLN bodong. Bahkan 48 orang yang menjadi korban dipekerjakan oleh Mochtar selama dua bulan sebagai pegawai PT Halyora Powerindo Area Masohi tanpa diberi gaji.

Yang oleh Korban mereka merasa sebagai pegawai PLN karena ditipu Susi Paeng saat awal merekrut mereka.

Para korban saat bekerja mereka ditempatkan di sejumlah UPT PLN dengan tugas utama melakukan penagihan rekening listrik bagi pelanggan yang melakukan penunggakan selama berbulan bulan.

Lokasih yang menjadi tempat kerja diantaranya wilayah UPT PLN Bula SBT, Wilayah UPT PLN Kobisonta dan Masohi Maluku Tengah, Wilayah UPT PLN Kairatu dan Piru SBB.

Komentar

Loading...