oleh

Penggelembungan Suara Caleg F.A Tawainella Terbukti

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah, selain memutuskan hasil pemeriksaan gugatan M. Nur Nukuhehe tentang dugaan penggelembungan suara partai PPP di Leihitu, senin 10 Juni 2019 lalu, saat bersamaan pula Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah memutuskan dugaan penggelembungan suara suara Calon Legislatif (Caleg) DPRD Maluku Tengah Nomor urut 4 dari Partai Hanura, Faizal Aziz Tawainella sebagaimana laporan pelapor Soleman Opier.

Dalam putusan Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah, Nomor 001/Adm/Bwslu-Malteng/Pemilu/V/2019, mengabulkan sebagian permohonan Soleman Opier Caleg DPRD Maluku Tengah Dapil 5 dari Partai Hanura.

“Kita mengabulkan Laporan Pelapor atas nama Sulaiman Opier, untuk sebagian, seperti putusan Bawaslu 10 Juni lalu,” kata Abdul Sukur Amahoru Devisi Hukum Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah, saat dihubungi via Telepon, Kamis 13 Juni 2019.

Putusan Bawaslu Maluku Tengah, kata Amahoru, juga menyatakan PPK Salahutu telah melanggar Administrasi Pemilu 2019 dan harus melakukan perbaikan dan penyesuaian perolehan suara berdasarkan Formulir Model C1 ke Formulir Model DAA-DPRD Kabupaten Desa Tulehu yakni mengurangi lima suara dari perolehan suara Tawainella serta ditambahkan lima suara tersebut ke Caleg Nomor urut 3 Dessy Arsandi Lossen.

“Berupa pengurangan perolehan Suara Calon Anggota DPRD Kab/Kota dari Partai Hanura Nomor Urut 4 atas nama Faizal Aziz Tawainella, SH pada TPS 022 sebanyak 1 (satu) suara, TPS 024 sebanyak 2 (dua) suara dan TPS 031 sebanyak 2 (dua) suara dengan total pengurangan sebanyak 5 (lima) suara, serta melakukan penambahan perolehan Suara Calon Anggota DPRD Kab/Kota dari Partai Hanura Nomor Urut 3 atas nama Dessy Arsandi Lossen pada TPS 022 sebanyak 1 (satu) suara, TPS 024 sebanyak 2 (dua) suara dan TPS 031 sebanyak 2 (dua) suara dengan total pengurangan sebanyak 5 (lima) suara,” bunyi sebagian dari isi poin 10 putusan Bawaslu Maluku Tengah tersebut.

Untuk diketahui Opier dalam laporannya melapor Delapan orang yang diduga melanggar tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan Pemilu. Mereka diantaranya Noh Tihurua terlapor Satu, Ali Basri Tuarita terlapor Dua,
Salim Maruapey terlapor Tiga, Magdalena L, terlapor Empat, Rifai Tasalisa terlapor Lima, Luis Souissa terlapor Enam, Mohtar Ohorella terlapor Tujuh dan
Suleman Tuarita terlapor keDelapan.

Mereka berdelapan berdasar putusan Bawaslu Maluku Tengah, menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan atau tindakan yang melanggar tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan Pemilu.

Jika nantinya PPK Salahutu akan melakukan penyesuaian suara sebagaimana putusan Bawaslu Maluku Tengah, maka selisih suara antara Soleman Opier dan Tawainella tinggal satu.

Selisih suara keduanya berdasarkan DA1  hasil pleno PPK Salahutu, sebanyak lima suara. Dimana Tawainella unggul 5 suara dengan perolehan 905 suara sementara Opier peroleh 899 Suara.

Loading...
loading...

Komentar