oleh

Lama Antri di Dermaga Ferry Masohi, Sayur dan Pisang Dalam Mobil Mulai Membusuk

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Sayuran dan pisang yang diangkut oleh sejumlah mobil ekspedisi mulai membusuk di areal dermaga Ferry Amahai (Masohi) Maluku Tengah karena lama antri.

Buah dan Sayuran itu didapat dari beberapa lokasih di Pulau Seram Maluku Tengah, hendak dibawa oleh mobil ekspedisi ke Ambon lewat lintasan laut Ferry Masohi – Hunimua untuk dijual.

Semenjak penutupan akses jalan darat trans seram karena kemiringan jembatan Waikaka Desa Tala SBB, dua hari lalu, terjadi penumpukan atau konsentrasi Kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Masohi selama dua hari. Kendaraan roda empat itu berasal dari Kabupaten SBT maupun dari Maluku Tengah wilayah pulau Seram.

“Mobil (Expedisi) Kami dan beberapa lainnya sudah antri dua hari di sini (Pelabuhan Masohi), ada yang bawa pisang dan sayuran sebagian sudah membusuk. Mudah-mudahan hari ini mobil kami bisa dapat naik ferry,” ujar Mat kepada Liputan.co.id, dipelabuhan Masohi, Selasa, 11 Juni 2019. Mat merupakan Sopir mobil trek yang megangkut sayuran yang bakal dipasarkan di Kota Ambon.

Hal yang sama dikatakan seorang wanita bernama Mada. Mada yang juga merupakan penjual (Papalele) pisang kepada liputan.co.id, mengatakan, ia dan sopir mobil trek yang mengangkut pisang untuk dijual di Ambon, mengeluh sudah antri dua hari di Pelabuhan Masohi. “Pisang sebagian sudah mulai masak dan sebagian sudah busuk. Su dua hari dalam oto (mobil). Ini mau jual di Ambon. Tapi sampe sakarang belum dapat naik Ferry,” ujar Mada wanita asal Desa Tananahu, kecamatan Teluk Elpaputih.

Perwakilan ASDP di Pelabuhan Masohi, mengakui adanya antrean kendaraan meski ASDP sejak kemarin mengoperasikan dua KMP Ferry yakni KMP Dolosi dan KMP Inalika yang melayani litasan Masohi-Hunimua.

Bahkan hingga saat ini mobil yang sudah antri dari kemarin belum sempat dapat giliran naik Ferry. Hal itu karena terjadi kosentrasi kendaraan darat di Pelabuhah Penyerangan Masohi – Hunimua akibat dari ditutupnya akses jalan Trans Seram bagi kendaraan roda dua dan empat sejak kemarin.

Sebelumnya, beberapa hari pasca lebaran, ASDP hanya operasikan satu Ferry di lintasan Masohi – Hunimua karena menurunya penumpang. Namun karena musibah banjir yang mengakibatkan penutupan jalan lintas Seram, ASDP kembali aktifkan dua KMP Ferry.

“Penumpukan kendaraan di sini (Pelabuhan Masohi) karena kerusakan jembatan Tala. Dan kami sudah berusaha untuk melayani semua tapi kapasitas terbatas. Sebagian mobil yang ada antri sekarang besok Pagi jam 8 baru bisa menuju ke Hunimua dengan KMP Inalika,” kata Pegawai ASDP, Ridwan Marasabessy, Supervisi Pelabuhan Masohi kepada Liputan.co.id sore tadi.

Dia juga memastikan dalam beberapa hari kedepan ASDP tetap sediakan dua Ferry untuk lintasan Masohi – Hunimua dan sebaliknya. “Mulai besok KMP Ferry Inalika lepas dari Pelabuhan Masohi menuju Hunimua jam 8 Pagi. KMP Dolosi dari sana (Hunimua) pagi. Siangnya, jam 2 siang Dolosi melintasi Masohi – Hunimua. Dan ini berkaku untuk beberapa hari kedepan,” jelasnya.

Loading...
loading...

Komentar