oleh

Dugaan Pidana Pemilu di Morella dan Mamala, Bawaslu Jadikan Temuan

-NEWS-102 views

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Hilangnya daftar pemilih pengguna hak pilih (fom C7) dan kelebihan surat suara tercoblos pada beberapa TPS di Desa Mamala dan Morella menjadi temuan Bawaslu Maluku Tengah untuk diteruskan ke pidana pemilu.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Maluku Tengah, Rizal Sahupala disela sela rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu kecamatan Leihitu tingkat KPU Malteng, Senin 13 Mei 2019.

“Soal tidak adanya daftar C7 di dalam kotak suara pada dua PPS Mamala dan Morella dan terdapat kelebihan surat suara tercoblos dari jumlah pemilih tetap kami jadikan sebagai keberatan dan akan kami kaji untuk ditindaklanjuti ke tindak pidana pemilu,” jelas Sahupala.

Dikatakan jika bawaslu dalam hasil kajiannya memenuhi unsur maka pihak PPS dan KPPS Mamala dan Morella tetap diperiksa. “Pasti kita akan kita panggil jika hasil kajian memenuhi,” tandas Sahupala.

Sebelumnya disaat yang sama Ketua KPU Maluku Tengah Abdusamad Ningkeula menduga ada kesepakatan jahat saat PPK Leihitu gelar pleno hitung ulang hasil pemilu pada PPS Desa Mamala dan PPS Desa Morella Kecamatan Leihitu beberapa waktu lalu.

Statmen Ningkeula menanggapi ketidak konsitenan penyelenggara dan saksi soal perhitungan surat suara ulang di Leihitu. Sejumlah saksi diduga mempengaruhi PPK Leihitu untuk tidak lakukan perhitungan surat ulang pada semua jenis pemilu.

“Kesepakatan bersama ini kesepakan jahat antara Saksi dan Penyelenggara,” kata Ningkeula usai mendengar keterangan saksi dan PPK Leihitu soal tidak dijalankannya rekomendasi Panwascam secara utuh yakni menghitung surat suara ulang semua jenis pemilu pada sejumlah TPS di Morela dan Mamala.

Saat perhitungan ulang untuk PPS Mamala dan Morella di kantor Camat Leihitu beberapa waktu lalu dilakukan secara paralel. Dimana semua TPS pada kedua desa tersebut dilakukan hitung ulang untuk semua jenis pemilu.

Namun dalam rapat pleno KPU yang dipimpin Ningkeula, saksi Partai Bulan Bintang Muhammad Nur Nukuhehe mengemukakan bahwa saat PPK lakukan penghitungan hasil pemilu pada dua desa Mamala dan Morella, Panwascam mengeluarkan rekomendasi untuk perhitungan di dua desa tersebut turun dua tingkat yakni perhitungan surat suara ulang.

Rekomendasi Panwascam dinilai sudah tepat selain karena alasan ada ketidak cokokan angka pengguna hak pilih dan surat suara sah ternyata didalam kotak suara pada sejumlah TPS di Mamala dan Morella tidak ditemukan Formulir C7 (Daftar pengguna hak pilih).

Atas hal itu KPU Malteng melakukan koreksi terhadap fisik surat suara pada sejumlah TPS pada PPS Mamala dan Morella.

Hasilnya uji fisik surat suara dengan jumlah pengguna hak pilih ,dengan cara penghitungan jumlah surat suara, sebagai berikut.
1. PPS Morela
TPS 13 pemilihan DPR RI, Surat suara sah 279, Surat suara tidak sah 1. Surat suara sah & tidak sah 280, Pengguna hak pilih 277.

Terkoreksi bahwa Pengguna hak pilih 277 disesuaikan dengan jumlah surat suara menjadi 280
Sementara Formulir C7 (daftar hadir pemilih) pada TPS 13 tidak ada dalam kotak.

PPS Mamala, TPS 01 pemilihan DPR RI, Surat suara sah 262, Surat suara tidak sah 1 jumlah 263. Pada TPS 02 pemilihan DPR RI Surat suara sah sebanyak 247, Surat suara tidak sah 5 jumlah 252

TPS 04 pemilihan DPR RI, Surat suara sah 264 Surat suara tidak sah 0 Jumlah 264. TPS 08 pemilihan DPR RI Surat suara sah 278 Surat suara tidak sah 4, Jumlah 282. TPS 09 pemilihan DPR RI Surat suara sah 269, Surat suara tidak sah 0 jumlah 269

Data awal pada saat pembacaan perolehan suara DPR RI di kecamatan Leihitu hasilnya Suara Sah sebanyak 32.951, Suara Tidak Sah 1.719, Suara sah dan tidak sah sebanyak 34.670.

Namun data setelah di lakukan koreksi uji fisik surat suara atau hitung ulang surat suara, hasilnya, Suara Sah sebanyak 32.249 sementara Suara tidak sah sebanyak 1.720 Suara sah dan tidak sah sebanyak 34.849. Selisih dari data awal dengan dikoreksi sebanyak 179.

Atas hal itu KPU kembali melakukan uji data dengan membaca perolehan suara pasangan calon dimulai pada tanggal 14 Mei 2019 pukul 02.30 wit. Penghitungan berlangsung hingga pukul 08 Pagi, Namun hingga saat ini pukul 13:00 Wit media belum mendapatkan hasil koreksi dari perhitungan perolehan suara caleg dan partai.

Komentar

Loading...