oleh

Honor Pelipat Surat Suara Belum Dibayar, Ini Penjelasan KPU Malteng

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Sejumlah orang yang pernah terlibat dalam pelipatan surat suara Pemilu 2019 yang diselenggarakan KPU Maluku Tengah, mempertanyakan honor yang sudah dijanjikan.

Pelipatan surat suara pilpres dan Pileg yang berlansung di GOR Masohi berakhir pertengahan maret. namun hingga awal April ini, honor semua tenaga pelipat surat suara yang berjumlah 300 orang itu belum juga dibayar.

Atas hal itu, Sekretaris KPU Maluku Tengah Sah Alim Latuconsina menjelaskan, permintaan anggaran KPU Maluku Tengah di Kantor KPPN mengalami penundaan.

Hal itu kata Latuconsina, karena ada revisi anggaran di Dirjen Perbendaharaan oleh KPU RI, pertengahan Maret lalu.

“Hak mereka akan kami bayar. Memang bukan hanya pelipat surat suara yang belum dapat honor. Kami di KPU ada beberapa misal PPK dan PPS hak mereka belum dapat. dan kegiatan KPU lainnya belum jalan. Karena ada revisi anggaran di KPU Pusat,” kata Sekretaris KPU Maluku Tengah Sah Alim Latuconsina saat dihubungi Liputan.co.id, Kamis 4 April 2019.

Karena revisi itu kata Dia, semua anggaran diboikot sementara. “Jadi kemarin kita tidak bisa ajukan permintaan,” jelasnya.

Dikatakan revisi anggaran baru selesai pada tanggal 24 Maret. Untuk memproses kembali permintaan anggaran kata Latuconsina, pekan lalu, Sekretariat KPU Malteng sudah melakukan proses revisi di Kantor Perbendaharaan di Ambon.

“Beberapa waktu lalu sudah Kita laksanakan revisi di Kanwil KPPN Ambon. Dan selesai sejak Jum’at pekan lalu. Kemarin ajukan rencana permintaan dana ke KPPN,” ungkapnya.

Kata Dia, proses pencairan anggaran baru dilakukan pada Senin Pekan depan. “jadi prosesnya lima hari. Hari senin depan sudah cair. Itu termasuk anggaran untuk kegiatan bimtek yang sempat tertunda proses keuangan di KPPN dan juga pembayaran PPK PPS. Termasuk pelipatan dan honor sortir surat suara serta pengepakan surat suara,” jelasnya.

Loading...
loading...

Komentar