oleh

Buktikan Siapa Berbohong, Asyatry Tantang Saleh Thio Mubahallah

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Kabar dugaan pemalsuan tandatangan  empat  pejabat ASN Maluku Tengah terus bergulir. Dugaan pemalsuan tanda tangan M. Saleh Thio terkait dokumen sasaran kinerja pegawai (SKP) sempat dikemukakan  LSM Pukat Seram Fahry Asyathry beberapa waktu lalu.

Fahry kala itu lewat postingan pada Media Sosial dan termuat pada Media Mintream, Fahry mengatakan ada dugaan pemalsuan tanda tangan mantan PLT Bupati Malteng Saleh Thio. Kepada  Asyatry, Thio mengatakan bawa Dia tidak pernah menandatangani Empat SKP Pejabat ASN Malteng, kala Ia menjabat sebagai PLT Bupati Malteng Tahun 2016 silam.

Empat ASN yang dimaksud adalah Doktor Rakib Sahubawa Kepala Baplitbangda Malteng, Abdul Latif Ohorella Kepala Inspektorat Malteng, Dan Drs. Ronald Johusua Hetharia Kepala Dinas Ketahanan Pangan Malteng serta Drs. Ahmad Namakule Kepala Dinas PMNPPA Malteng.

Sebaliknya Asyatri mengatakan berdasar keterangan Thio bahwa ia hanya menandatangani SKP milik Doktor Aidjarang Wattihelu, Asisten III Setda Malteng.

Bahkan untuk menunjukan pernyataannya benar adanya, Ia bahkan secara gamblang lewat akun Facebooknya Fahry Asathry mengatakan bahwa, dugaan pemalsuan tersebut saksi kunci ada pada Thio sendiri.

“Seleksi Sekda Malteng tertunda tidak jelas arahnya karena ada masalah serius disana : Dugaan Pemalsuan Dokumen. Saksi kunci dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen tsb adalah eks Plt. Bupati Malteng yg kini menjabat Kadis Pendidikan Provinsi Maluku,”  tulis Asyatri diakun Facebooknya Fahri Asyathry 19 Maret 2019.

Nyanyian Asyatri kemudian viral dan dibahas publik lewat medsos  dan juga dimuat pada beberapa media minstream.

Namun belakangan Nyanyian Asyatry kemudian terbantahkan oleh pernyataan Saleh Thio sendiri.  Saleh saat menelpon Liputan.co.id, 20 Maret 2019 pukul 13:43 Wit, mengatakan bahwa Dia yang meneken SKP  milik kelima ASN yang tersebut.

“Tidak benar kalau saya hanya tanda tangan satu orang punya SKP. Justru mereka berlima (Calon Sekda Malteng) SKPnya saya tandatangan,” tandas Saleh Thio, kepada Liputan.co.id, Via Telepon WhatsApp, Rabu 20 Maret 2019.

Atas bantahan tersebut Fahry kemudian dihubungi liputan.co.id Jum’at 22 Maret 2019, dan mengatakan bahwa sebaiknya Saleh Thio kembali ke pernyataan semula yang pernah disampaikan Saleh kepada Asyatri tepat di ruma dinas Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku di Poka Ambon, tanggal 26 Februari 2019.

“Beliau haru Kembali ke pernyataan awal karena dua kali beliau mengaku ke saya bahwa beliau tidak pernah tanda tangan calon sekda lain. Dan hanya tanda tangan berkas calon sekda Aijarang Wattihelu,” tandas Asyatri.

Bahkan Asyatry menduga pernyataan Saleh Thio berubah setelah ada empat pejabat Maluku Tengah ketemu dengan Saleh per tanggal 19 Maret 2019.
“ada 4 orang ASN dari Malteng ketemu dengan beliai ko beruba pikiran,” Kata Asyatri dengan penuh tanya.

Atas hal itu Asyatry kemudan  menantang Saleh Thio mubahalah. “Sudah begini saja bilang beliau mubahalah dengan saya. Kalu saya berbohong saya dilaknat oleh Allah kalau beliau yang berbohong beliau yang dilaknat oleh Allah,” tantang Asyatry.

Untuk sebagai pengetahuan Kelima ASN yang disebutkan saat ini telah mengikuti seleksi terbuka Sekretaris Daerah. Dan Dokumen SKP merupakan salah satu syarat Administrasi yang harus dikantongi ASN jika mengikuti seleksi jabatan Sekretaris Daerah.

Berdasarkan informasi yang diterima, Dalam proses pemenuhan syarat administrasi Calon Sekda, mereka berlima telah memasukan dua SKP yakni SKP tahun 2016 dan SKP 2017.

Loading...
loading...

Komentar