oleh

JIT Selaras Dengan Visi RPJPD Malteng 2005-2025

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Semangat jadikan Maluku Tengah sebagai Jendela Indonesia Timur yang diinisiasi Pemkab Malteng dibawa kepimpinan Bupati Tuasikal Abua dan Wakil Bupati Marlatu Leleury, ternyata sesuai dengan visi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 2005-2025.

Secara berjenjang ada empat aspek termaktub dalam RPJPD yang disusun empat belas tahun silam. Poin yang keempat itu mewujudkan Kabupaten Malteng yang Maju, Mandiri dan Berkeadilan.

Itulah sebabnya dalam RPJMD 2017-2022 tema pembangunan yang digalakan Pemkab Malteng adalah dengan Visi Mewujudkan Kabupaten Maluku Tengah yang Lebih Sejahtera, Maju, dan Berkeadilan, dalam Semangat Hidup Orang Basudara.

“Dimana makna maju adalah mewujudkan Maluku Tengah sebagai jendela Indonesia Timur, Maluku Tengah sebagai Kabupaten terdepan dan diperhitungkan di Indonesia Timur,” ujar Penjabat Sekda Malteng Dr. Rakib Sahubawa, saat mewakili Bupati Tuasikal Abua, membuka Musrenbang Kabupaten Malteng, Tahun 2020, Senin 18 Maret 2019, bertempat Lantai 3 Kantor Bapplitbangda, Kab. Malteng.

Untuk mewujudkan branding tersebut, kata Sahubawa, diperlukan upaya-upaya terobosan dan inovasi dalam perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah, dengan pendekatan Tematik, Holistik, Terintegrasi, dan berbasis Spasial.

Tema pembangunan pada tahun 2020 adalah Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik dan Daya Saing Daerah untuk Kesejahteraan Masyhrakat.

“Untuk itu, kami fokuskan pada tiga aspek pembangunan yaitu Aspek Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Aspek Peningkatan Keseiahteraan Masyarakat dan Aspek Peningkatan Daya Saing Daerah,” tandas Sahubawa.

Untuk mewujudkan semua harapan yang telah ditekankan,
maka perlu perhatian khusus pada, Pencapaian predikat WTP dalam Opini BPK, Penetapan Perda APBD tepat waktu, Penerapan Pengadaan Barang Jasa secara elektronik, Penguatan Ekonomi Daerah.

Penguatan Kesehatan Fiskal, Pendapatan Asli Daerah, berupa peningkatan, Perbaikan pelayanan Pendidikan, Infrastruktur Kesehatan, dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,
Perbaikan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Serta Perbaikan Perencanaan Pembangunan Daerah, Perbaikan Akuntabilitas Kineria OPD dan Daerah, Peningkatan Inovasi Daerah, Peningkatan Kemudahan Berusaha dan Peningkatan Kualitas Kebersihan Lingkungan,” papar Sahubawa.

Loading...
loading...

Komentar