oleh

Program RLH Di Malteng, Jangan Sampai Abaikan Kearifan Lokal

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Condongnya wisatawan terhadap kearifan lokal sangatlah tinggi. Oleh sebab itu, setiap program fisik yang bersumber dari pemerintah, haruslah memperhitungkan nilai lokal. Salah satunya soal program Rumah Layak Huni (RLH) yang ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maluku Tengah.

Indikator dari rumah warga yang harus mendapatkan bantuan RLH yaitu keluarga miskin. Dimana terlihat secara fisik rumah yang ditinggal, beratapkan daun Rumbiah, minimal berdinding papan atau berdinding pelepah sagu dan berlantai non keramik.

Loading...

Sehingga bagi warga yang memiliki rumah dengan bercirikan diatas, berhak mendapatkan Bantuan RLH. Dimana rumah warga kategori tersebut direhab atau dirubah dengan rumah beratapkan Seng, berdinding beton dan berlantai keramik.

Namun Program RLH diharapkan tidak merubah kearifan lokal masyarakat adat, seperti yang ada di daerah Seram Selatan Kabupaten Maluku Tengah.

Sebahagian masyarakat adat disana masih hidup sederhana dengan hunian yang sederhana. Namun memiliki ciri khas dengan nilai lokalitas yang tinggi dan memiliki daya tarik wisatawan untuk berkunjung disana.

Hal itu dikatakan Kepala Kecamatan Tehoru Abdul Latif, saat sampaikan usul dalam Forum OPD Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman beberapa waktu lalu di Masohi, Maluku Tengah

“Kaitan dengan program Rumah Layak Huni. Jadi program ini di Tehoru sudah banyak dibangun. Cuman saja kedepan Tahun 2020 program tersebut, dalam perencanaan pembangunan rumah Layak Huni itu, saya berharap jangan bangun rumah seperti Kota. Saya harap Itu menajdi asli daerah Sana. Sehingga ada turis yang datang disana mereka melihat keaslian disana,” harap Latif.

Ia meminta hal itu tetap dipertinbangkan Dinas terkait. Mengingat Daerah Seram Selatan yakni Kecamatan Telutih dan Kecamatan Tehoru masuk jadi salah satu daerah destinasi Pariwisata yang sudah jadi program Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

“Saran ini juga bagian dari cara untuk mendukung program jangka panjang. dimana kita punya daerah, dipersiapkan Pemda sebagai kawasan wisata,” tandasnya.

“Konstruski yang dibuat tetap seperti aslinya cuman kualitas papannya lebih bagus atau pelepah sagu yang berkualitas tinggi dan atapnya tetap dari daun pelepah sagu. Kalau ini dibangun saya yakin bahwa kedepan daerah Tehoru dan Telutih jadi sasaran kunjungan wisatawan,” tukasnya.

Atas saran itu Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku Tengah, Agam Pellu kepada Liputan.co.id, Sabtu 16 Maret 2019, mengatakan, saran tersebut tetap diterima dan akan dijadikan pertimbangan. “Itu kan masih sebuah masukan. Akan tetap dipertinbangkan dalam perencanaan kita,” tandas Agam.

Komentar