oleh

Tuasikal Resmikan Ratusan Anggota Saniri Negeri-BPN

Sebanyak 134 Anggota Saniri Negeri (SN) dan Badan Permusyawaratan Negeri (BPN) dari 15 Negeri diresmikan secara serempak oleh Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, SH. Jum’at 8 Maret 2019.

Kayum Ely, Wartawan Liputan.co.id

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengambil sumpah dan resmikan Tujuh Saniri Negeri (SN) dan meresmikan 3 Badan Permusyawaratan Negeri (BPN) serta meresmikan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua Badan Permusyawaratan Negeri (BPN) Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), 8 Maret 2019, bertempat Pendopo Bupati Maluku Tengah.

Ke Tujuh SN yang diresmikan Tuasikal diantaranya, Saniri Negeri Wahai, Saniri Negeri Pasahari, Saniri Negeri Manusela, Saniri Negeri Roho, Saniri Negeri Kaloa, Saniri Negeri Air Besar, Saniri Negeri Kanike Kecamatan Seram Utara.

Tiga BPN di Kecamatan Seram Uatara yang diresmikan adalah BPN Siatele, BPN Solea dan BPN Maraina.

Sementara ke-dua BPN hasil PAW yang diambil sumpah adalah BPN Negeri Administratif Olong dan BPN Oping, Kecamatan Seram Utara.

Tidak hanya itu, secara bersamaan Tuasikal, juga meresmikan Tiga Saniri Negeri hasil PAW dari Kecamatan Tehoru. Tiga SN yang diresmikan adalah Saniri Negeri Haya, Saniri Negeri Telutih Baru dan Saniri Negeri Tehoru.

Dalam pantauan Liputan.co.id, Pengambilan sumpah dan persemian para wakil Rakyat Negeri yang berjumlah 138 anggota itu, berlangsung sekitar pukul 11:45 Wit.

Usai pengambilan sumpah para wakil Rakyat Negeri tersebut, Tuasikal dalam amanatnya mengatakan, problem terbesar yang dialami ratusan Negeri di Kabupaten yang berjuluk Pamahanunusa itu adalah soal penyelesaian pengangkatan Raja atau Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Definitif.

Tuasikal Abua saat beri amanah usai resmikan 138 Anggota Saniri Negeri -BPN, Jum’at 8 Maret 2019. (Kayum/Liputan.co.id).

Sehingga dalam kesempatan itu Tuasikal menandaskan, SN maupum BPN yang baru diresmikan, harus bersinergi dengan Pemerintah Negeri setempat, untuk menyelesaikan masalah KPN Definitif jika belum terselesaikan.

“Saudara saudari Saniri saya harap ada sinergitas penyelesaian Raja atau pengangkatan Kepala Pemerintah Negeri Definitif. Ini penting, sebagai tugas utama saudara saudara agar roda Pemerintahan di Negeri dapat berjalan lancar,” harapnya.

Tuasikal mencontohkan salah satu Badan Saniri yang baru dilantik untuk nantinya fokus utama proses pengangkatan KPN adalah SN Wahai, Kecamatan Seram Utara.

Negeri Wahai Kata Tuasikal, sudah 10 Tahun berjalan tidak ada KPN Definitif. “Kepada Saudara Saniri Wahai dan lainnya saya harap cepat memproses Raja Definitif untuk nantinya kita Lantik. Bagi Negeri yang belum ada Perneg Soal Mataruma, Segera selesaikan. Dan Negeri yang sudah Punya Perneg tapi belum ada Raja Definitif, setelah ini saudara Saniri berpsoses untuk surati Mataruma untuk mengusulkan Calon Raja, ” tandasnya.

Bupati Dua Periode itu juga mengharapkan SN atau BPN untuk meningkatkan peran aktif jalankan tugas pengawasan lebih khususnya pengawasan Dana Desa dan Alokasih Dana Desa.

Dan untuk mewujudkan Negeri yang maju sambung Tuasikal, Saniri Negeri diharapkan tetap bersinergi dengan Pemerintah Negeri untuk menghadirkan program-program pro rakyat.

“Saniri Harus kawal Dana Desa dan ADD secara baik dan tetap bekerja dan menghasilkan program pembangunan bagi Negeri bersama Pemerintah agar masyarakat Negeri dapat merasakan pembangunan yang maju dan tentu mensejahterakan,” tukasnya.

Selain itu pengawasan harus ditegakan lurus harus dilakukan SN maupun BPN agar penggunaan dana desa tidak berujung pada masalah hukum. “Banyak penyelenggara Pemerintahan Negeri yang saat ini berhadapan dengan hukum karena dugaan penyalagunaan Dana Desa. Olehnya itu saya harap hati hati dan tetap melakukan pengawasan dengan baik,” harapnya.

Untuk diketahui seremoni  pengresmian Wakil Rakyat Negeri  tersebut juga dihadiri Kajari Malteng, Robinson Sitorus, Kapolres Malteng AKBP R. Arthur L. Simamora dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Malteng.

Loading...
loading...

Komentar