oleh

BPOM Sita Makanan Kadaluarsa di Sejumlah Minimarket Masohi

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku, pada Rabu 6 Maret 2019, melakukan sidak pada sejumlah minimarket di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Hasil sidak yang dilakukan BPOM Maluku bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Maluku Tengah, terdapat sejumlah produk pangan yang sudah kadaluarsa alias expired, namun masih dijual oleh pemilik swalayan.

Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Provinsi Maluku, Mathias Sandy usai lakukan sidak, pemengatakan, pihaknya menemukan sejumlah produk pangan yang dijual pada beberapa minimarket di Masohi, yang sudah lewat batas tanggal kadaluarsa. “kami dalam pengawasan ini menemukan sejumlah produk pangan yang sudah kadaluarsa atau tanggalnya sudah melewati batas penentuan produsen atau lebih dikenal dengan expired,” ungkap Sandy.

Pemeriksaan produk pada salah satu toko di Masohi. (Dok. Liputan.co.id)

Dikatakan sejumlah produk yang ditemukan kadaluarsa itu, BPOM langsung melakukan penyitaan dan pemusnahan ditempat. “Kami sita produk itu dan langsung kami musnahkan,” singkatnya.

Ia juga mengungkapkan penemuan produk kadaluarsa bukan hanya sekali. Sudah dua kali ditemukan hal yang sama pada salah satu minimarket di Masohi. Meski begitu, dia mengatakan, temuan tersebut, skalanya masih kecil dan tanggal kadaluarsa produk tidak terlampau jauh. Sehingga pihaknya masih berkesimpulan ada kelalaian bukan kesengajaan.

“Misal salah satu toko sebelumnya kami menemukan namun tidak telalu banyak dan tanggal kadaluarsa tidak jauh sehingga kami masih berkesimpulan masih sebatas kelalaian. Saat ini juga kami temukan produk kadaluarsa ditoko yang sama tapi masih sama sedikit. Kami anggap ada kelalaian. Namun tetap kami sita dan musnahkan,” tandasnya.

Sembelum ke Sejumlah minimarket, Tim Gabungan juga telah melakukan pengambilan sampel produk pangan segar. Seperti ikan, ayam sayur dan sebagainya.

Dikatakan dari hasil uji produk pangan segar, BPOM tidak menemukan adanya bahan berbahaya yang dipakai untuk mengawetkan produk pangan segar.

“Kami juga tadi lakukan pengujian pada produk pangan segar untuk memastikan terbebas dari bahan pengawet ternyata masih aman dan tidak ditemukan bahan pengawet pada produk pangan segar itu,” terangnya.

Ia berharap ada partisipasi aktif konsumen dalam hal ini masyarakat untuk melaporkan ke Balai POM jika temukan produk kadaluarsa yang masih tetap dijual.

“Masyarakat konsumen diharapakan tidak hanya berbelanja. Tapi juga harus mengecek masa expired suatu produk pangan. Jika temukan ada yang kadaluarsa laporkan kepada pihak pemilik toko atau langsung ke kami. Agar kami tahu dan akan melakukan presur kepada pemilik toko. Laporan ke kami bisa melalui akun kami Balai POM di medsos Facebook, Twiter, IG, dan kontak WhatsApp, atau melalui kontak telepon kami yang bisa diakses secara muda,” harapnya.

Loading...
loading...

Komentar