LIPUTAN MALTENG

News

Miris, Seorang Bapak Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Bunga (15) bukan nama sebenarnya, anak yang berkediaman di salah satu desa, tepat di kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah itu, harus tumbuh berkembang dengan pemikiran traumatik akibat karena ulah ayah kandungnya sendiri.

Bunga yang masih duduk dibangku SMA itu, diduga alami kekerasan seksual atau pencabulan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.

Mirisnya lagi, Ayah Bunga yang berinisial DK itu, sudah mencabuli Bunga sejak tahun 2016. Dan baru diketahui pada bulan Januari 2019.
Selama perlakuan bejat DK terhadap Bunga, bersamaan itu pula korban diintimidasi dan diancam akan dibunuh jika Bunga buka perlakukan DK ke orang lain.

Singkat cerita pada bulan Januari 2019. Suatu waktu Bunga sedang tidur dan saat itu pula DK masuk dan menjamah Bunga. Saat itu Bunga lantas kaget dan sempat menolak perlakuan DK.

DK kemudian menutup selimut ke tubuh Bunga dan pergi biarkan Bunga kembali tidur. “Pada hari dan tanggal sudah lupa namun di bulan januari 2019 sekitar pukul 24.00 WIT, korban yang sementara tidur tersangka masuk kedalam kamar dan tersangka memegang ×××××× korban yang sementara tidur dan korban kaget bangun, kemudian melihat tersangka dan korban langsung memukul tangan tersangka, selanjutnya tersangka menutupkan selimut kepada korban dan tersangka keluar kamar meninggalkan korban selanjutnya korban kembali tidur,” ujar Kasat Reserse Kriminal Polres Malteng, AKP Syahirul, Saat dihubungi Liputan.co.id, Rabu 13 Februari 2019, yang menjelaskan hasil pemeriksaan sementara dari keterangan pelaku dan korban.

Kasus tersebut kata Syahirul baru diketahui Polisi setelah adanya laporan yang diterima pihaknya tertanggal 8 Februari 2019 tentang pencabulan dengan nomor LP/19/II/2019. “Pelaku sudah kami tahan sejak 9 Februari,” singkatnya.

Sementara itu hingga saat ini saksi yang baru diambil keterangan oleh penyidik berjumlah tiga orang.

Disisi lain tersiar, kabar bahwa, DK diduga tidak hanya lakukan perbuatan asusila terhadap Bunga saja, namun perbutan bejat itu diduga dilakukan DK terhadap saudara kandung Bunga lainnya.

Atas kabar tersebut Syahirul mengaku belum mengetahui dan mengatakan pihaknya akan terus mendalami perbuatan DK. Dan saat ini Polisi masih fokus pada perbuatan pencabulan yang dilakukan DK terhadap Bunga.

“Sementara kita fokus dulu ke pencabulan anak kandungnya, nanti apabila mengembang ke orang lain lagi pasti kita proses juga,” tukas Syahirul.

Syahirul menambahkan pelaku DK dikenakan Pasal pencabulan yaitu pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Perlindungan Anak nomor 36 tahun 2014. Dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun atau lebih. Karena pelaku adalah orang tua korban.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top