LIPUTAN MALTENG

Ragam

PWI Malteng, Di Gala Dinner Hari Pers Nasional 2019

SURABAYA, LIPUTAN.CO.ID-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ikuti Gala Dinner dan Pencanangan Gerakan “Jurnalisme Ramah Pariwisata” yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI.

Acara itu sekaligus dilakukan Launching Buku Jurnalis Ramah Pariwisata, bertempat, JW Mariott Surabaya Hotel, Kamis 7 Februari 2019.

Hadir dalam acara itu Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Ketua Umum SMSI, Auri Jaya, Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari, para undangan dari 32 Duta Besar, Kepala Daerah, PWI seluruh Indonesia, media dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Sementara pengurus PWI Maluku Tengah yang hadir dalam Gala Dinner Hari Pers Nasional 2019 yakni, Karateker Ketua PWI Maluku Tengah, Abdul Kayum Ely, Sekretaris PWI Maluku Tengah Paulus Lewerissa, Yuslan Idris yang juga Ketua PWI Maluku Tengah periode 2015-2018 dan Anggota PWI Maluku Tengah Renhard Lewulelek.

Pengurus PWI Maluku Tengah di Gala Dinner dalam rangka Hari Pers Nasional 2019. Dari kanan, Karateker Ketua PWI Maluku Tengah, Abdul Kayum Ely, Yuslan Idris yang juga Ketua PWI Maluku Tengah periode 2015-2018, Anggota PWI Maluku Tengah Renhard Lewulelek dan Sekretaris PWI Maluku Tengah Paulus Lewerissa.

Gala Dinner Hari Pers Nasional dibuka dengan penampilan Tari Tauranggadewi. Tari pembuka tersebut disutradarai langsung oleh Margiono, Ketua HPN 2019 di Surabaya.

Gala Dinner yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata itu dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Dimulai sekitar 19:39 WIB, Gala Dinner menghadirkan pembicara utama atau Keynote Speaker yakni Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dan sejumlah pembicara lainnya diantaranya, Bupati Banyuwangi Aswar Anas, Gubernur Jatim Pakde Karwo, Ketua Dewan Pers, Penanggungjawab HPN.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam penyampaiannya di acara gala dinner menegaskan, bila sesuatu tumbuh pesat berarti pasti selalu ada dua hal yang dilakukan, Dua hal itu adalah deregulasi dan penggunaan teknologi.

“Saya yakin bahwa nanti tidak ada penghasil devisa, migas dan non migas tapi pariwisata dan non pariwisata,” kata Arif.

Ditambahkan, saat ini indonesia menjadi negara dengan perkembangan pariwisata tercepat didunia, impact pariwisata paling cepat dan ia yakin pariwisata akan menjadi salah satu penghasil devisa terbesar nomor di Indonesia.

“Saya janjikan kepada presiden akan menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar, pariwisata Indonesia terbaik di regional, dan Country Branding Wonderful indonesia mengalahkan Thailand dan Malaysia. Saya tidak mau bekerja bila tidak ada kontrak awal yang dibuat seperti ini, Tidak heran bila pariwisata Indonesia tumbuh melebihi pasar regional dan dunia,” tambah Menteri

Menpar dalam gala dinner juga melaunching buku Jurnalisme Ramah Pariwisata disela itu, Arief juga mengatakan, bahwa jurnalisme ramah pariwisata sebagai dukungan pers terhadap upaya mewujudkan iklim yang kondusif bagi pengembangan sektor pariwisata.

“Hal ini perlu dimulai dengan membangun pemahaman bahwa industri pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap pemberitaan pers dan opini publik yang mengikutinya,” katanya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top