oleh

Sapriyani Korban Jambret Meninggal Dunia, Polisi: Pelaku Dalam Pengejaran

-NEWS-34 views

Andi Sapriyani meninggal dunia setelah koma selama lima hari di RSUD Masohi. Andi merupakan korban penjambretan yang terjadi pada Selasa malam 22 Januari 2019. Sementara pelaku jambret hingga saat ini belum terungkap. 

Oleh : Kayum Ely/Liputan.co.id.

Loading...

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Andi Sapriyani korban penjambretan 22 Januari 2019 didepan SMA 1 Masohi, telah meinggal dunia. Almarhum hembuskan nafas terakhir di RSUD Masohi Ahad, 27 Januari 2019. Almarhum diketahui selama masuk RSUD Masohi, ia mengalami koma selama 5 hari pasca Almarhum dijatuhkan dari atas kendaraan roda dua oleh pelaku jambret yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Selasa Malam 22 Januari 2019.

Ayah Sapriyani, Andi Darwis saat ditemui Liputan.co.id di kediamannya RT 4 Kelurahan Ampera Kecamatan Kota Masohi, Senin 28 Januari 2019, menuturkan bahwa usai kejadian, Almarhum langsung dirawat intensif di UGD RSUD Masohi. Bahkan kata Darwis Almarhum selama perawatan ia makan menggunakan selang.

“Waktu masuk langsung koma, terkadang Almarhum merontak dalam keadan terpasang oksigen. Mungkin karena benturan di kepala. Dan dia makan menggunakan selang,” ungkap Darwis.

Namun Sampriyani menjelang meninggal kata Darwis, Dokter sempat menganjurkan Sapriyani makan dengan tidak menggunakan selang. Namun setelahnya Almarhum kemudian alami drop.

“Kemarin kita tanya dokter kata ada perkembangan (anak saya mulai sadar). Perkembangannya kemarin pagi. Dia (Dokter) bilang inikan sudah bisa buka selangnya supaya dia tidak lagi makan pakai selang. Pagi itukan dicabut selangnya, ajar makan pakai mulut. Setelah cabut itu, siangnya mulai drop dan koma hingga ia meninggal sekitar jam 12 malam,” tutur Darwis.

Darwis juga berharap polisi mengungkap pelaku jambret. Dan menjeratnya seberat-beratnya. “Pokoknya pelakunya harus ditangkap. Dan dihukum seberat-beratnya karena dia hilangkan nyawa anak saya. Dan anak saya baru melahirkan 3 bulan lalu. Saya sangat terpukul, dia (Almarhum) meninggalkan anak yang masih kecil itu,” ungkap Darwis dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, terkait dengan siapa pelaku jambret malam itu, Polisi hingga detik ini belum menangkap pelaku. Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah AKP Syahirul dikonfirmasi Liputan.co.id pagi tadi mengatakan, hingga saat ini pelaku belum ditangkap. Padahal kata Syahirul polisi sudah kantongi ciri-ciri pelaku.
“sampai saat ini Polisi masih lidik pelaku. polisi sudah kantongi ciri-ciri pelaku dan sedang dalam pengejaran,” tandas Syahirul Senin 28 Januari 2019 kepada Liputan.co.id via WatshApp

Sisi lain kasus jambret menjadi perhatian serius publik Maluku Tengah, khususnya yang bermukim di Kota Masohi. Ketua HMI Cabang Masohi Hermansyah Toyo angkat bicara. Menurutnya polisi harus mengungkap kasus tersebut secara cepat. Ia juga mengutuk tendakan jambret yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Hal itu penting kata Toyo agar persepsi miring terhadap kinerja polisi tidak terjadi.

“HMI anggap tindakan jambret yang akibat korban meninggal dunia selain merupakan kriminal kami juga mengganggap Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Polres maluku tengah harus bertindak cepat,” harapnya.

“Jika 1 orang Pelaku Begal tidak bisa ditangkap oleh ratusan polisi dan intelejen maka Saatnya Kapolres maluku tengah diberikan Cacatan buruk,” tambahnya.

Komentar