LIPUTAN MALTENG

Ragam

Pasien Peserta BPJS Ketenagakerjaan Harus dilayani Baik di RSUD Masohi

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Masohi, Idieal Caniago, berkemeja putih didampingi petugas lainnya saat memastikan salah satu pasien dari peserta ketenagakerjaan dilayani dengan baik tanpa pasien mengeluarkan biaya pribadi. (Kayum/Liputan.co.id)

BPJS Ketenagakerjaan memastikan pasien dirawat di RSUD Masohi yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, dilayani dengan baik dan memastikan petugas RSUD Masohi tidak meminta sepersen biaya pengobatan dari pasien karena ditanggung BPJS Ketenagakerjaa. 

Oleh : Kayum Ely

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Masohi terus menunjukan keseriusan dengan memastikan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang alami sakit, dilayani dengan baik di RSUD Masohi.

“Pokoknya pasien BPJS ketenagakerjaan sepanjang dia sakit, tolong dilayani sampai dia sembuh,” ujar Idieal Caniago, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Masohi, kepada petugas jaga Ruang Mawar RSUD Masohi, Jum’at 25 Januari 2019.

Pernyataan Caniago menyusul adanya mis komunikasi terkait prosedur dari petugas RSUD Masohi, menyangkut dengan pelayanan pasien yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang saat ini sedang dirawat di RSUD Masohi. “Nanti biaya perawatan dan lainnya klaim ke kami untuk melunasinya,” tandas Caniago.

Saat petugas BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Masohi melihat kondisi Welem Naniary pasien BPJS Ketenagakerjaan yang tengah dirawat di RSUD Masohi. (Kayum/Liputan.co.id)

Dikatakan jika pasien BPJS Ketenagakerjaan yang telah membayar biaya dari uang pribadi, Caniago harap pihak RSUD mengembalikan uang dari pasien. “Intinya jika mereka telah keluarkan uang pribadi menyakut dengan masalah penyembuhan pasien, itu dikembalikan ke mereka. Nanti klimnya ke kami,” jelas Caniago.

Ia juga menjelaskan kepada petugas RSUD Masohi bahwa tidak hanya pasien BPJS ketenagakerjaan yang alami sakit karena kecelakaan kerja, bahkan pasien BPJS ketenagakerjaan yang sedang “termasuk pergantian mata palsu, gigi palsu spatu roda pem, dikasih kita bayar,” ujarnya.

Usai memastika pasien BPJS Ketenagakerjaan yang sedang dirawat dengan baik, Caniago kepada Liputan.co.id mengatakan, ada peserta yang baru bergabung BPJS ketenagakerjaan selama dua hari namun berpapasan peserta tersebut alami kecelakaan, pihaknya langsung melayani.

“Ada peserta baru bergabung dua hari setelahnya dia masuk RSUD karena kecelakaan kerja kami langsung melayani. Konsekuensinya bagi kami BPJS ketenagakerjaan merupakan perlindungan dasar dari tenaga kerja. Dan kami tidak melihat berapa lama orang itu aktif sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan, sepanjang dia peserta lakukan pembayaran pertama maka ia sudah terlindungi BPJS ketenagakerjaan,” jelas Caniago.

“Biar baru daftar dan aktif setelah bayar pertama dan peserta alami kecelakaan kerja, seluruh biaya kami tanggung. Mulai dari biaya tranportasi dimana tempat kecelakaan ke Rumah Sakit, dan biaya perawatan di RS hingga pemulihan itu kami tanggung,” terang Caniago.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top