LIPUTAN MALTENG

Olahraga

Siswa SMA Teologia, Juara I Lomba Catur Yang Digelar Kejari Malteng

Pose bersama Kajari Malteng Robinson Sitorus bersama sejumlah staf Kejari Malteng dengan pemenang lomba catur, Senin 21 Januari 2019. (Kayum/Liputan.co.id)

Haris Gobang sabet juara 1 Lomba Catur dan berhak atas piala dan hadiah yang diberikan Kajari Malteng, Robinson Sitorus. 

Oleh: Kayum.

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Haris Gobang, salah satu pemain catur dari Perwakilan SMA Teologia Kecamatan TNS memenangi lomba catur tingkat pelajar yang digelar Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Kejari Malteng).

Penyerahan piala dan hadiah kepada Haris dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Robinson Sitorus, yang diterima guru bimbingnya. Senin 21 Januari 2018. Bertempat Kantor Kejaksaan Negeri Malteng, Jalan Banda Kecamatan Kota Masohi.

Penyerahan piala dan hadiah kepada Haris, dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Robinson Sitorus, yang diterima guru bimbingnya. Senin 21 Januari 2019.(Kayum/Liputan.co.id)

Sementara juara dua diraih oleh Monthy Marantika siswa dari SMP Negeri dua TNS. Dan juara tiga dan juara empat disabet oleh perwakilan SMA dua Masohi yakni Abdul Tomia dan Sahdan Kadir.

Penyerahan hadiah Juara II Lomba Catur oleh Kasi Riksa, Vector Mailoa kepada Monthy Marantika siswa dari SMP Negeri 2 TNS. Senin 21 Januari 2019.

“Kami turut berbangga, anak didik kami bisa raih juara satu di lomba catur ini. Memang di sekolah itu kami ada papan catur. Dan anak-anak sering bermain,” ujar Guru Haris usai menerima hadiah.

Dikatakan apa yang dilakukan Kejari Malteng perlu dikembangkan lagi oleh pemerhati catur di Maluku Tengah. “Kami tentu sangat apresiasi apa yang dilakukan bapa jaksa. Semoga ini jadi motivasi bagi lainnya untuk gelar iven sama,” harapnya.

Saat Kasi Intel Kejari Malteng, Karel Benito menyerahkan hadiah dan piala kepada Abdul Tomia yang menyabet juara III lomba Catur. Senin 21 Januari 2019 (kayum/liputan.co.id)

Disaat yang sama Robinson Sitorus kepada Liputan.co.id mengatakan lomba catur yang merupakan bagian dari Lauching Jaksa Masuk Sekolah 2019 itu, agar para pelajar yang punya bakat catur itu dihargai.

“Dalam rangka Jaksa Masuk Sekolah ini, kita adakan pertandingan catur. Supaya ada bibit-bibit pemain catur dari kalangan pelajar. Lewat kegiatan ini mereka (siswa)  sadar bahwa bakat mereka diperhatikan,” tandas Sitorus.

Dan yang paling penting kata Sitorus, usai lomba catur Ia berharap guru atau pihak sekolah untuk tetap mengasah kemampuan mereka untuk bisa tampil di ajang lebih tinggi.

“Mudahan-mudahan bakat ini bisa berkembang oleh siswa. Bukan hanya level Masohi. Bisa Provinsi dan Nasional. Kami himbau kepada guru-guru bina mereka. Bahkan harapannya pemda sekalipun harus lakukan acara ini,” harapnya.

Sitorus juga mengatakan kegiatan ekstra yang digelarnya itu juga merupakan bagian dari reformasi birokrasi di tubuh lembaga Adiyaksa. “Ini juga salah satu kegiatan reformasi birokrasi. Dimana jaksa bisa lakukan kegiatan kemasyarakatan dan sosial. Dan ini awal, kemungkinan kita adakan juga pertandingan lain. Seperti lomba lari antar pelajar dan olahraga lain,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top