LIPUTAN MALTENG

News

Hanya Lima Orang Yang Mendaftar Calon Sekda Malteng

By:Liputan.co.id

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tengah yang sudah mendaftar hingga penutupan tanggal 9 Januari 2019, berjumlah lima orang. Pendaftaran Seleksi jabatan Sekda Definitif dibuka sejak 26 Desember 2018.

Siapa saja yang telah mendaftar sebagai Calon Sekda, salah satu anggota Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel), Ramli Tohepaly, saat dikonfirmasi mengatakan mereka yang mendaftar adalah Doktor Rakib Sahubawa yang kini menjabat Sebagai Kepala Pablitbangda dan juga Penjabat Sekda, Kepala Inspektorat Latif Ohorella, M.AP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Drs Ronny Heataria, Kepala Dinas PMPNPPA Drs. Ahmad Namakule dan Asisten III Setda Malteng, Doktor H. A. Wattihelu.

“Hingga penutupan, hanya beliau berlima,” ujar Ramli saat ditemuai Liputan.co.id beberapa Waktu Lalu di Kota Masohi.

Ramli ditanya soal kelengkapan berkas yang diajukan masing-masing calon ia mengaku, tidak berhak mengatakan itu. Bagi Ramli, memenuhi syarat dan tidaknya itu di putuskan Panitia Seleksi.

“Saya tidak berkompeten untuk menjawab bahwa mereka memenuhi syarat administrasi atau tidak. Kita serahkan itu kepada Pansel,” jelas Ramli.

Meski penutupan pendafataran sudah melewati hari ke lima, hingga saat ini (sabtu 12 Desember 2019), berkas pencalonan belum diserahkan ke Panitia Seleksi. Hal itu kata Ramli, karena ada perubahan nama anggota pansel yang dari unsur Pemerintah Provinsi, yang baru diketahu telah masuk batas usia pensiun.

“Pa Samuel Risanbessy salah satu anggota Pansel yang merupakan salah satu perwakilan Pemprov itu, per 1 januari 2019 sudah pensiun. Otomatis pemenuhan 45 persen utusan pemerintah di Pansel jadi tidak terpenuhi. Akibatnya hingga saat ini kami belum serahkan berkas pencalonan ke Pansel. Kalau kita paksakan dan tetap pansel yang sudah terbentuk itu jalankan seleksi, maka segala proses yang dilakukan pasti ditolak KASN,” terangnya.

Dikatakan Gubernur Ir. Said Assegaf sempat mengusulkan penggati Risambessy namun yang bersangkutan berpangkat Eselon IIB, sementara jabatan yang diseleksi itu Eselon IIA. “Yang diusulkan pengganti Risanpessy itu salah satu kepala Biro yang pangkatnya Eselon IIB maka kami tolak. Harusnya yang diusulkan untuk jadi pansel dari perwakilan birokrasi minimal berpangkat Eselon IIA,” ungkap Ramli.

Atas Hal tersebut Gubernur telah mengajukan Abdul Halim Daties, ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM sebagai pengganti Risambessy.

Pergantian tersebut mengakibatkan perlu ada revisi SK Panitia Seleksi. “Draf SK sudah direvisi, sampai saat ini kami masih menunggu pa Bupati sebagai Pembina Kepegawaian yang memutuskan SK baru tentang Pansel Sekda Definitif,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top