oleh

Tak Ingin Dipolitisir, Penetapan Dusun Jadi Desa Di Tanjung Sial, Dilakukan Usai Pemilu

MASOHI, LIPUTAN.CO.ID-Rencana Pemekaran Dusun jadi Desa Administratif di Semenanjung Tanjung Sial, Kecamatan Leihitu dan Lehitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), akan diproses DPRD Malteng Tahun ini.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Malteng, Ibrahim Ruhunussa, beberapa waktu lalu di Masohi. Dikatakan, yang akan dilakukan DPRD untuk proses persiapan yakni dengan menetapkan Peraturan Daerah Tentang Pemekaran Dusun Jadi Desa.

Loading...

“Tahun 2019, kita akan prioritas menetapkan beberapa Dusun jadi Desa Adminitratif di Semenanjung Tanjung Sial,” ujar Ruhunussa.

Namun untuk menuju ke sana, kata Ruhunussa, akan dilaksanakan usai Pemilihan Umum 17 April 2019. Hal itu untuk menghindari pandangan negatif karena politik praktis. “Kita akan laksanakan usai pemilihan Umum. Untuk menghindari jangan sampai dinilai terkait dengan politik,” tandasnya.

“Namun prasayarat adminitratif kita proses, sehingga usai pemilu kita tetapkan,” tambahnya.

Soal restu Negeri induk yang siap lepaskan dusun jadi desa Adminitratif kata Ruhunussa, prasyarat sudah siap salah satunya soal persetujuan Negeri Induk. “Kemarin ada tarik menarik polemik, saya harap (anggota lainnya) untuk menjaga kewibawaan Lembaga Pemerintah dan DPRD, kita sudahi hal itu. Untuk menuju penetapan,” harapnya.

Terkait dengan restu Gubernur Maluku lewat Biro Hukum, Ruhunussa mengatakan hal itu sudah klir. “Dan ini saya sudah konsultasikan dengan Biro Hukum Provinsi Maluku, dan mereka menyetujui untuk segera kita tetapkan menjadi Peraturan Daerah,” tukasnya.

Untuk diketahui jumlah dusun di Semenanjung Tanjung Sial yang berada di wilayah adminitrasi Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, ada enam Dusun. Yakni Lauma, Kaswari, Waiputih, Wailapiah, Wayasel dan Dusun Tihulessi. (Kayum Ely).

Komentar