oleh

Menginspirasi Pengambil Kebijakan Dengan Metode “WALANG INOVASI”

Oleh Dr. RAKIB SAHUBAWA, S.Pi. M.Si. Kepala BAPPLITDBANGDA KAB. MALUKU TENGAH.

Tidak bisa dipungkiri saat ini, telah terjadi pergeseran paradigma tentang inovasi, yang sebelumnya dianggap sebagai alternatif solusi menjadi jalan utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing, dan meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah daerah menjadi salah satu ujung tombak pelayanan publik wajib melakukan inovasi.

Pelayanan publik yang inovatif akan meningkatkan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing yang semakin tinggi.

Pentingnya lnovasi Daerah telah ditegaskan dalam pasal 390 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang ditindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang lnovasi Daerah.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah meskipun telah berhasil meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah, namun masih relatif lambat dan rendah dibandingkan dengan tingkat Provinsi Maluku dan Nasional.

Kondisi ini diakibatkan oleh minimnya inovasi sebagaimana hasil penilaian Tim Penilai Lomba Perencanaan Pembangunan Nasional tahun 2017 di Jakarta.

Berkenaan dengan itu, lnovasi daerah telah ditegaskan dalam Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah tahun 2017-2022, bahwa untuk mewujudkan Maluku Tengah yang lebih maju dan dapat menjadi Jendela Indonesia Timur, maka diharuskan upaya-upaya terobosan atau inovasi dalam perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Peningkatan Daya Saing Perekonomian Daerah.

Belajar dari kondisi nasional dan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Maluku Tengah, maka kami menghadirkan Gagasan lnovasi (Perubahan) yaitu meningkatkan inspirasi, pengetahuan, kemampuan, motivasi, publikasi dan promosi lnovasi daerah yang dikemas dalam konsep “Walang Inovasi”

Proyek perubahan “Walang Inovasi” dikemas dalam suatu wadah inovasi daerah berupa Kelembagaan yang dibentuk berdasarkan falsafah budaya orang Maluku dalam kehidupan sehari-hari.

Walang bagi orang Maluku Tengah dalam arti luas adalah bangunan yang digunakan untuk bakumpul (berkumpul), bacarita (berdiskusi), biking (membuat) dan karja (melaksanakan) rencana, serta tampong (penyimpanan) berbagai peralatan dan hasil kerja.

Dengan pengertian tersebut, saya ingin menyandingkan dengan kata inovasi sehingga bermakna bahwa “Walang lnovasi” adalah sebuah wadah yang dibentuk sebagai tempat yang digunakan untuk berkumpul, berdiskusi, membuat dan melaksanakan rencana, konsultasi dan pelayanan serta publikasi dan promosi inovasi daerah.

Proyek perubahan “Walang Inovasi” diharapkan menjadi wadah yang mampu menginspirasi pengambil kebijakan untuk mau berinovasi dan mau menggalang dukungan untuk berinovasi, menggali ide-ide inovasi baik yang berangkat dari permasalahan yang dihadapinya maupun untuk mewujudkan visi atau impiannya, merancangan rencana aksi inovasi yang komprehensif, dan melaksanakan inovasi secara fokus dan konsisten, serta menyampaikan progres dan manfaat inovasi kepada stakeholder atau Iingkungannya.

Selain itu, melalui “Walang Inovasi” ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan publikasi, promosi dan kerjasama inovasi daerah.

Tujuan Proyek Perubahan jangka pendek, jangka menengah dan jangka Panjang.

Jangka pendek yakni Tersusunnya Road map Sistem lnovasi Daerah (SIDa), Tersedianya profll inovasi Daerah, Tersusunnya Sistem lnovasi Daerah (SIDa) d Tersedianya Sistem Informasi Walang lnovasi.

Jangka menengah yakni Terintegrasinya SIDa dalam Dokumon Perencanaan, Terlaksananya Penguatan Sistim Informasi Inovasi Daerah, dan terlaksannya Aksi Inovasi

Jangka Panjang yakni Terlaksananya Festifal Inovasi Daerah dan terlaksananya kerjasama pengembangan inovasi daerah.

Manfaat Proyek Perubahan

Manfaat dari proyek perubahan ini adalah bagi masyarakat, semakin mudah mengakses informasi publik terkait inovasi daerah

Bagi Pemerintah Daerah Meningkatnya motivasi dan produksi gagasan inovasi OPD, Meningkatnya motivasi dan kemampuan OPD dalam menghasilkan inovasi, Meningkatnya publikasi dan promosi inovasi daerah.

Peta Stakeholder
Stakeholder dalam proyek perubahan ini dibagi kedalam dua
kelompok yaitu stakeholder internal dan eksternal.

Stakeholder internal yakni Sekretaris Badan Perencanaan Pembanguann, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapplitbangda) Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang)

Bapplitbangda 3) Para Kepala Bidang Bapplitbangda 4) Para Kepala Sub BagianlSub Bidang Bapplitbangda dan Staf Bapplitbangda.

Stakeholder Eksternal

Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah, Pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Para Asisten Setda Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Badan Kapegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM), Kepala Bagian Hukum Setda, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Kepala OPD, Pimpinan PT. Telkom, Media Cetak dan Media Online serta Alumni Diklat Kepemimpinan.

Loading...
loading...

Komentar