oleh

Ina Latu Tananahu Resmi Sekolah Adat

-NEWS-68 views

Malteng, Liputan.co.id-Bahasa merupakan salah satu kekayaan budaya suatu komunitas yang tidak bisa tergantikan dengan materi.

Bahasa adat adalah identitas Negeri yang jika dipertahankan maka dengan sendirinya peninggalan adat istiadat leluhur tetap terjaga dengan baik.

Semangat menumbuhkan dan mempertahankan Identitas Negeri adat, ditunjukan Negeri Tananahu dengan didirikan sekolah adat.

Tepat pada Rabu, 11 Juli 2018, bertempat di aula Negeri Tananahu Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah, Ibu Raja (Ina Latu) Tananahu, Yulia Awayakuane meresmikan sekolah adat.

Sekolah adat Warasopolesi hadir setelah pemerintah Negeri bersama Saniri Negeri Tananahu bersepakat untuk mendirikan sekolah adat yang akan berjalan selama 3 hari dalam seminggu.

Yakni hari selasa, rabu dan kamis. Dengan waktu belajar dimulai pada pukul 15:00 hingga 17:00 wit.

Saat ini murid yang telah didaftarkan mengikuti sekolah adat sebanyak 80 anak, yang rata-rata berusia setingkat SD hingga SMP.

Ina Latu Negeri Tananahu, Yulia Awayakuane

Ina Latu Yulia Awayakuane mengatakan 80 anak adat yang diikut sertakan akan dibimbing oleh 5 orang guru. Dan sementara ruangan belajar yang disediakan pemerintah masih menggunakan aula pertemuan pemerintah negeri Tananahu.

Yulia mengatakan bahasa negeri saat ini bagi kalangan tua maupun muda sudah sangat langkah bahkan banyak sudah tidak tahu bahasa negeri sendiri.

“kita dirikan sekolah adat ini bertujuan untuk mengembalikan jati diri anak adat. Sekolah adat ini lebih kami utamakan belajar berbahasa tananahu. Karena memang saat ini dari anak hingga dewasa tidak tahu bahasa. Anak adat harus tahu bahasa dengan sekolah adat ini,” ujar Yulia yang juga saat ini menjabat sebagai ketua latupati Maluku Tengah.

Dikatakan, jika saat ini generasi muda tidak diajarkan soal bahasa negeri maka bagi Yulia, bahasa Negeri akan punah.

“Bahasa ini sudah mulai punah. Selaku Raja di negeri ini saya berinisiatif dirikan sekolah adat dan syukur disetjui oleh saniri dan hari ini kita resmikan,” tandasnya.

Ia berharap dengan didirikan sekolah adat, generasi hari ini dan akan datang dapat melestarikan adat dan budaya dengan pertahankan bahasa Tanannahu.

Kepala kecamatan Teluk Elpaputih Jhon Polnaya saat beri sambutan dalam acara persmian sekolah adat mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah Negeri Tananahu yang mendirikan sekolah adat, merupakan langkah maju yang sesuai dengan harapan pemerintah kabupaten.

Menurutnya cita-cita besar Pemkab dengan memelihara adat istiadat telah didukung Pemerintah Tananahu.

Sehingga ia berjanji apa yang dilakukan oleh pemerintah Negeri Tananahu akan disuport dan diteruskan ke Pemda untuk membantu pengembangan infrastrutur sekolah adat.

“ini (pembukaan sekolah adat) luar biasa. Prinsipnya kami suport dan kami selaku perwakilan pemerintah kabupaten akan menyampaikan ini kepada Pa Bupati dan Wakil Bupati untuk diperhatikan,” janji Polnaya.

Bagi Polnaya negeri-negeri adat sudah seharusnya mencontohkan apa yang dilakukan Negeri Tananahu. karena bukan jadi rahasia umum kalau generasi sekarang tidak tahu bahasa negerinya sendiri.

“Disatu sisi masyarakat Tananahu harus dukung penuh langkah ini. Sebab dukungan masyarakat menjadi kekuatan agar sekolah yang baru diseramikan ini tetap eksis,” harapnya.

Komentar

Loading...