oleh

Tuasikal Abua: TMMD Tumbuhkan Sikap Gotong Royong Di Desa

-NEWS-53 views

Malteng, Liputan.co.id-TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) tahun 2018 yang digelar Komando Distrik Militer (Kodim) 1502/Masohi akan memberi manfaat yang besar bagi tumbuhnya budaya gotong royong, kerja sama, persatuan dan kesatuan serta disiplin kerja dikalangan masyarakat.

Hal itu diucapkan Wem Istia, Asisten satu Setda Malteng saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tengah dalam acara pembukaan TMMD pagi tadi di Negeri Yaputih Kecamatan Tehoru Maluku Tengah, Selasa 10 Juli 2018.

“Dapat kami catat bahwa melalui kegiatan TMMD tahun 2018 ini, akan memberi manfaat yang besar bagi tumbuhnya budaya gotong royong, kerja sama, persatuan dan kesatuan serta disiplin kerja yang didayagunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana fisik maupun non fusik yang tersebar pada Iima (5) Negeri yang ada di Kecamatan Tehoru,” jelasnya.

Selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah serta masyarakat Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pimpinan TNI beserta seluruh jajarannya yang telah memprogramkan pelaksanaan TMMD ke-102 di Kecamatan Tehoru.

“Tentunya pelaksanaan kegiatan TMMD ini sangat bermakna bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Tehoru khususnya maupun bagi kita semua di Kabupaten Maluku Tengah pada umumnya mengingat dampak dan manfaatnya akan langsung dinikmati oleh masyarakat,” jelasnya.

TMMD  kata Tuasikal merupakan salah satu kegiatan Operasi bakti TNI yang mencakup kegiatan pembangunan infrastruktur atau fisik, sosial dan kesehatan (non fisik) yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program TMMD ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah karena seluruhnya diarahkan dan bermuara pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran TNI bersama dengan rakyat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di wilayah ini untuk kepentingan rakyat,” tandas Tuasikal.

Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa melalui kegiatan TMMD ini akan memberi dampak bagi tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memahami pentingnya memanfaatkan budaya masohi atau budaya gotong royong untuk mengatasi masalah pembangunan di negeri.

Hal ini sangat penting menurut Tuasikal perlu diperhatikan. karena dewasa ini masyarakan cenderung meninggalkan budaya masohi dan beralih ke budaya materiaiis dan pragmatisme.

“Akibatnya segala kepentingan pembangunan di negeri selalu diidentikan dengan proyek pemerintah yang ada biayanya. Padahal perlu disadari bahwa apabila masyarakat tidak berpartisipasi maka berapapun besarannya anggaran pemerintah tidak akan mampu untuk mengatasi semua permasalahan pembangunan di seluruh wilayah,” tamdasnya

Selain itu kata Tuasikal fakta menunjukkan bahwa terbatasnya anggaran belanja pemerintah tentu membutuhkan bantuan dan peranserta masyarakat untuk bergandengan tangan dan bahu membahu mengatasi berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi masyarakat, daerah dan bangsa ini.

“Manfaat lainnya dari kegiatan TMMD ini yang perlu kita tiru untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah terpeliharanya nilai-nilai kebersamaan dan keakraban, persatuan dan kesatuan antara TNI dan POLRI bersama masyarakat dan antar warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentu menjadi modal sosial yang amat berharga dalam menunjang keberhasilan pembangunan di daerah ini,” tukasnya.

Seperti digelar kegiatan TMMD  yang digelar selama 30 hari itu, Sebanyak 5 desa sasaran tersebar di Kecamatan Tehoru Maluku Tengah (Malteng) akan tersentuh program TMMD.

Lima desa dimaksud diantaranya Desa Sounolu, Desa Yaputih, Desa Hatumeten, Desa Moso dan Desa Teluti Baru.

Setidaknya ada 38 kegiatan fisik yang akan dikerjakan dari program TMMD tahun anggaran 2018. mulai dari pembangunan talud, rehab 2 unit rumah layak huni, pembangunan 12 unit bantuan rumah masyarakat, pembangunan 18 unit septik tank komunal, melanjutkan pembangunan tiga kantor Negeri.

Pembangunan pagar beton Mesjid dan pemasangan pintu Mesjid, pembangunan Aula TPQ Mesjid serta pembangunan Toreng Gereja.

Tidak hanya kegiatan fisik yang dilaksanakan dalam program empat tahunan sekali tersebut. TMMD tahun 2018 juga menyajikan kegitan non fisik seperti penyuluhan KB dan kesehatan, pelayanan pengobatan dan KB keliling. ada juga penyuluhan tentang jambanisasi atau sanitasi lingkungan, penyuluhan cara beternak kambing, penyuluhan cara pembuatan pupuk.

Kegiatan penyuluhan bidang kesadaran berbangsa dan bernegara juga akan dilaksanakan.

Warga setempat akan bergotong royong dalam kegiatan TMMD, bersama 150 personil terdiri dari 64 personil Kodim 1502/Masohi, 30 personil dari Yonif 731 Kabaresi, 10 orang anggota Polres Malteng, 6 orang anggota FKPPI dan 40 orang posko satgas dan tim asistensi turut dikerahkan untuk mensukseskan TMMD 2018.

Komentar

Loading...