oleh

Tidak Pandang Bulu, PN Masohi Vonis 2 Terdakwa Cabul, 20 Tahun Penjara

LUPUTAN.CO.ID, MALTENG-Perkara Pencabulan anak dibawa umur, bagi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Masohi Harris Tewa, merupakan kejahatan luar biasa atau biasa disebut Extraordinary crime.

Baginya, tidak ada kata tolelir untuk predator anak tersebut. Meskipun pelakunya merupakan seoarang pejabat atau anak pejabat atau siapapun, ia tetap berpegang teguh kepada hukum yang berlaku.

“kemarin (14 Februari 2018) kami telah memutuskan dua perkara hukuman penjara bagi dua terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawa umur. Masing masing 20 tahun dengan denda Rp.300 jt. jika tidak membayar denda maka mereka harus menggantinya dengan kurungan penjara 1 tahun,” ujar Harris saat ditemui awak media di ruang kerjanya, di Masohi, Kamis 15 Februari 2018.

Abi alias Daeng (44) dan Yohanes Wonmaly alias Anes (38) keduanya merupakan pelaku pencabulan di daerah terpisah yang divonis Pengadilan Negeri Masohi bersamaan dalan sehari dengan kurungan penjara 20 tahun.

Untuk diketahui Daeng merupakan pelaku pencabulan terhadap anak dibawa umur yang dilakukannya pada bulan juli 2017.

Dipimpin Hakim Ketua Harris Tewa, Pengadilan memvonis Daeng bersalah dengan putusan nomor 170/Pid.Sus/2017/PN.Msh.

Daeng terbukti melanggar Pasal 81 ayat (2) 10 ayat (3) Undang undang No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pementah Pengganti UU No. 1 tahun 2016, Tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo Undang undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Anes, terdakwa kasus pencabulan juga divonis bersalah dengan pasal yang sama seperti yang diterapkan Majelis Hakim kepada Daeng.

Anes merupakan pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya yang masih berumur 15 Tahun. Anes melakukan tindakan pencabulan tersebut pada bulan Oktober 2017.

“ini soal masa depan anak.
karena di sini, tingkat kriminal terhadap anak tinggi. Apalagi di daerah SBB dan SBT cukup tinggi. mudah-mudahan ada efek jerah-lah,” harap Tewa.

Dilain sisi kata Tewa, hukuman bagi terdakwa pencabulan anak maksimal 15 Tahun. Akan tetapi menurut hukum, jika kejadian tersebut dilakukan orang tua kandung maupun orang tua wali maka hukuman 15 tahun penjara ditamba 2/3 dari hukuman maksimal.

“saya tidak mau tahu, pokoknya jika pelaku pencabulan adalah orang tua kandung atau orang wali, tetap saya putuskan hukuman maksimal ples 2/3 hukuman dan denda Rp.300 jt,” tegas Tewa.

Putusan Hukuman penjara 20 tahun dengan denda Rp. 300 jt untuk pelaku cabul di Pengadilan Negeri Masohi, mungkin baru pertama kali dan menjadi catatan putusan hukum yang setimpal.

Semoga putusan tersebut memberikan efek jerah dan meminimalisir tindakan pencabulan terhadap anak di bawa umur.

Loading...
loading...

Komentar