LIPUTAN MALTENG

Gaya Hidup

Alasan untuk Tidak Menahan Kentut Saat Bepergian dengan Pesawat

Tahukah Anda bahwa penumpang pesawat terbang kerap alami kembung dan rentan untuk buang angin?

Perlu disadari bahwa ketinggian tertentu dapat membuat tubuh manusia lebih mudah untuk buang gas, hal ini disebabkan oleh menurunnya tekanan udara dalam kabin yang menyebabkan udara harus mengembang untuk memenuhi ruangan.

Efek ini dapat dilihat melalui botol plastik yang mengembang di ketinggian dan kembali mengempis di saat tekanan udara dalam kabin kembali normal.

Hal yang sama juga terjadi pada tubuh Anda, dalam hal ini perut, di mana kembung yang Anda alami dapat mendorong angin untuk keluar.

Pertanyaannya, haruskah Anda menahan kentut selama perjalanan Anda di udara dan ketika pada kenyataannya Anda tahu bahwa hampir semua orang mengalami kondisi yang serupa?

Menurut Jacob Rosenberg, seorang dokter asal Denmark yang pernah menulis tentang in-flight flatulence (kembung dalam penerbangan), kebanyakan maskapai penerbangan telah menggunakan pendingin ruangan dengan filter charcoal.

Charcoal sendiri memiliki kemampuan menyerap berbagai jenis bau dan mampu menghentikan bau untuk menyebar.

Ia juga menyarankan penggunaan pakaian dalam charcoal bagi Anda yang merasa tidak yakin atau terlalu malu untuk buang gas selama penerbangan.

Menurut American Journal of Gastroenterology, jenis pakaian dalam ini hampir 100 persen mampu menyerap aroma tak sedap itu.(ruf)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top